Beautiful flowers have thorns, and there’s nothing more expensive than what’s free [A Place To Share My Obsession]

Thursday, November 8, 2018

To Be A Power In The Shadows! Chapter 5




Chapter 5: Anggota Order yang Sebenarnya, dan Penderita Kutukan yang Sebenarnya

SEBELUMNYA - DAFTAR ISI – SELANJUTNYA







------------------------------------
PENERJEMAH: VOID-SAMA
EDITOR: EGOIST (Wagamama Translation)
PROOFREADER: Add-san

Di dalam sebuah terowongan bawah tanah yang gelap terlihat seorang pria berjalan sendirian.

Usianya sekitar pertengahan tiga puluh tahun. Dengan tubuh yang terlihat terlatih, tatapan mata tajam, dan rambut keabu-abuan.

Langkah kakinya berhenti setelah sampai pada ujung dari terowongan. Dihadapannya terdapat sebuah pintu yang dijaga oleh 2 orang prajurit.


“Apa gadis Kagenou itu ada di dalam?”
Ya, Olba-sama.”

Prajurit yang ditanyai itu lalu memberi hormat dan membukakan pintu.

“Tuan, tolong tetaplah waspada saat di dalam sana. Walaupun dia dalam keadaan terbelenggu, dia sangat agresif.”
“Hmph, Kau pikir aku ini siapa?”
“!! Mohon maafkan saya, tuan!”


Olba membuka pintu itu dan berjalan memasuki ruangan itu.

Ruangan itu adalah sebuah penjara batu bawah tanah. Seorang gadis terlihat terpasung di tembok dengan menggunakan rantai penyegel-sihir.


“Kau kah Claire Kagenou.”


Saat mendengar suara dari Olba, gadis bernama Claire menaikan pandangannya.

Dia merupakan gadis yang sangat cantik. Karena diculik ketika sedang dalam keadaan tidur, dia masih mengenakan baju tidur tipis yang tidak dapat menutupi seluruh tubuhnya. Dengan rambut hitam yang halus sampai ke punggung, gadis itu melihat ke arah Olba dengan tatapan tanpa rasa takut.

“Aku sepertinya pernah melihat wajahmu di ibukota kerajaan. Kalau tidak salah, kau Viscount Olba, kan?”
“Hou, apa kau sebelumnya ada di sana dengan pasukan kerajaan… Ah tidak, mungkin saat turnamen Festival Dewa Perang?”
“Festival Dewa Perang, kah. Oh ya, saat itu Putri Iris mengalahkanmu dan membuatmu tak berdaya.”

Claire tertawa mengejeknya.

“Hmph, itu cuma sebuah pertandingan, dan bukan berarti apa-apa. Dalam pertarungan yang sebenarnya tidak mungkin aku akan kalah darinya.”
Kayaknya itu tidak akan berbeda walaupun itu pertarungan yang sebenarnya, oh Viscount Olba yang kalah pada babak pertama dalam turnamen.”
“Dasar bodoh. Kau bahkan tidak tahu seberapa besar penghargaan yang kau dapat hanya karena berdiri di atas panggung di turnamen itu, dasar kau gadis bodoh.”

Olba memandang balik Claire dengan sinis.

“Aku akan berada di atas panggung itu tahun depan.”
“Sayang sekali, kau sudah tidak punya waktu lagi.”

Rantai yang membelenggu Claire berdenting.

Dalam seketika, gigitannya hampir mengenai leher Olba.

Jika Olba tidak memiringkan kepalanya sedikit, pembuluh nadi di lehernya mungkin sudah robek.

         

Orang yang tidak dapat hidup setahun lagi – apakah itu aku? atau mungkin saja… kau? Apa kau mau bertaruh?”
“Tidak perlu untuk bertaruh, Claire Kagenou.”

Kepalan tangan Olba menghantam bagian bawah dagu Claire yang sedang tersenyum tanpa rasa takut.

Dia lalu tersungkur ke lantai, tetapi tatapan yang kuat tidak pernah berpaling dari Olba.

Olba mengayunkan tinjuannya, dia merasakan perlawanan yang lebih sedikit dari yang diharapkannya.

“Kau melompat mundur.”

Claire tersenyum tanpa rasa takut.

“Apa ada seekor lalat diruangan ini?”
“Hmph, Sepertinya kau tidak hanya mengandalkan kapasitas sihirmu.”
“Aku diajarkan kalau sihir bukanlah mengenai jumlah, tapi kontrol.”
Sepertinya kau memiliki ayah yang pandai.”
“Aku tidak mempelajari satu hal pun dari si botak itu. Yang mengajariku adalah adik ku.”
“Adik…?”
“Adik laki-laki ku yang kurang ajar. Setiap kali kami bertarung, aku akan menang. Tapi aku selalu belajar dari teknik berpedang adik ku. Tapi dia tidak pernah mempelajari apapun dari teknik berpedang ku. Itulah mengapa aku mengganggunya setiap hari.”

Itulah yang dikatakan Claire dengan nada yang nakal.


“Benar-benar adik yang malang. Sepertinya aku akan menjadi pembela keadilan yang akan menyelamatkannya dari kakaknya yang kejam. Bagaimanapun, cukup dengan percakapan yang sia-sia ini.”


Olba berdeham dan melotot pada Claire.

“Claire Kagenou. Akhir-akhir ini, apa kau pernah merasakan sesuatu yang aneh pada tubuh mu? Contohnya, kontrol terhadap sihirmu terlepas, atau nafas mu menjadi tidak stabil, atau merasa sakit setiap kali kau mencoba menggunakan sihir, atau black rot muncul pada bagian tubuh mu? apa gejala itu pernah kau alami?”

(void note: Black rot’ adallah nama yang digunakan untuk berbagai penyakit tanaman budidaya yang disebabkan oleh jamur atau bakteri, menghasilkan perubahan warna coklat gelap dan pembusukan di daun, buah, dan sayuran)

“Setelah apa yang kau lakukan untuk menculik ku, hal yang ingin kau lakukan hanya untuk bermain sebagai dokter?”


Sudut dari bibir Claire yang berkilau itu berubah menjadi ejekan.

“Aku juga, pernah memiliki anak perempuan. Aku tidak ingin melakukan kekerasan yang tidak perlu. Menjawab pertanyaanku dengan jujur akan menjadi hasil yang terbaik untuk kita berdua.”
“Ooo, apa itu ancaman? Sayang sekali, aku memiliki kepribadian yang membuatku ingin melawan ketika diancam. Bahkan ketika pikiranku mengerti kalau itu adalah hal yang tak boleh untuk dilakukan.”
Siapa tahu~”

Olba dan Claire saling melotot.

Orang yang lebih dulu mengalihkan pandangannya adalah Claire.


“Baiklah. Lagipula itu bukanlah masalah besar, jadi aku akan memberitahukan mu. Kau menanyakan ketidakseimbangan pada tubuh dan sihir, kan? Saat ini aku baik-baik saja, selain rantai ini.”
“‘Saat ini’?”
“Iya, ‘saat ini’. Sekitar setahun yang lalu aku memiliki gejala yang kau sebutkan tadi.”
“Maksud mu, kau sudah tidak memilikinya lagi? Hal itu hilang dengan sendirinya?”


Setahu Olba, belum pernah ada kasus ‘hal itu’ bisa disembuhkan.

“Hmm, aku tidak melakukan sesuatu yang spe-… oh ya, adik ku membuatku melakukan sesuatu yang dia sebut ‘perenggangan’? aku tidak tahu detailnya, tapi dia menyuruhku untuk melakukannya, dan tanpa ku sadari tubuh kembali normal.”
“‘Perenggarangan’? Aku belum pernah mendengarnya… Tapi fakta sebelumnya kau memiliki gejala itu adalah kebenaran, kau benar-benar cocok.”
“Cocok? dengan apa?”
“Kau tak perlu tahu. Lagi pula kau takkan dapat bertahan lama. Ahh, Sepertinya aku juga perlu untuk menyelidiki saudaramu…”


Sesuatu menghantam hidung Olba dengan tiba-tiba, dan memotong perkataannya.

“Guh?”

Olba mundur ke arah pintu, menatap sinis Claire sambil menghentikan mimisannya.

“Claire Kagenou, kau sialan…!”

Kedua tangan dan kakinya seharusnya terkekang, tetapi dengan suatu alasan tangan kirinya berhasil bebas, dengan darah yang menetes.

“Kau menggores dagingmu sendiri dengan jarimu…?!”

Rantai yang membelenggunya bukanlah rantai normal, melainkan rantai penyegel-sihir. Dengan kata lain, Claire hanya menggunakan kekuatan fisik murni untuk melukai kulitnya, mematahkan tulang jarinya, dan membebaskan tangannya dari rantai itu. Itulah mengapa dia dapat memukul Olba.

Olba sangat terkejut setelah mengetahuinya.



“Jika sesuatu terjadi padanya, aku tidak akan memaafkanmu! aku akan membunuhmu, orang yang kau sayangi, keluarga mu, teman mu, dan semua orang yang penting untukmu…!?”


Pukulan Olba mendarat di perut Claire. Terkekang karena rantai penyegel-sihir, Claire tidak memiliki cara untuk menghindari pukulan Olba yang diperkuat dengan sihir.

Dasar bocah!”

Darah yang mengalir dari tangan kiri Clare menggenang menjadi bercak merah gelap di lantai.

“Tidak masalah, seharusnya kau mengerti sekarang…”

Sambil bergumam, Olba mencoba mengambil darah itu. Tapi pada saat itu, seorang prajurit dengan terburu-buru masuk ke dalam ruangan.

“Olba-sama, ini buruk! Ada penyusup!”
“Penyusup?! Berapa banyak?!”
“Tidak diketahui! Jumlah mereka sepertinya sedikit, tapi kami tidak bisa menghentikannya!”
“Kuh, baiklah, Aku akan menanganinya sendiri! Kalian semua mundur dan lakukan formasi pertahanan!”.

Setelah membunyikan lidahnya sekali, Olba berbalik.


No comments:

Post a Comment