Beautiful flowers have thorns, and there’s nothing more expensive than what’s free [A Place To Share My Obsession]

Thursday, November 29, 2018

I Became a Living Cheat Chapter 1






Chapter 1:
The Lefel Up Fairy and The Guard Dogs


Translator : Void
Editor: Utsugi
Gali lubang tutup lubang.
Gali lubang disana kemudian tutup lubang disini.
Gali lubang yang baru saja di tutup dan kemudian menutupnya lagi.

Itu adalah pekerjaan yang paling tidak berguna……. Poin dari pekerjaan itu sendiri adalah pekerjaan yang di ulang. Melakukan pekerjaan dengan menempatkan potongan dandelion (sejenis bunga yang bisa pecah menjadi potongan yang sangat kecil) di atas irisan sashimi mentah (ikan mentah khas Jepang), ini adalah jenis tindakan yang bisa membuat mu menjadi gila. Kemungkinan besar karena kekuatan destruktif tindakan monoton semacam ini terhadap pikiran, ini digunakan sebagai hukuman penjara di negara yang jauh.


Sekarang hal seperti itu di lakukan dengan inten oleh seorang anak laki-laki kesepian, malam itu, dia sebuah taman kecil di sekitar taman tempat tinggalnya.

Kondisi social baru-baru ini di refleksikan di jalan masuk taman, tanda di sana menunjukkan “dilarang bermain bola” atau “di larang saling bercengkrama” ada banyak tanda lainnya sekitar 77 dari mereka. Ini akan lebih masuk akal dan menyampaikan pesan lebih cepat jika mereka memiliki satu tanda yang menyatakan "Ini adalah area terlarang - Jangan masuk", nampaknya pemikiran tentang hal-hal seperti itu tidak ada gunanya, dan keberadaan 77 tanda itu tampaknya pemborosan uang bagi para pembayaran pajak.

Natsuno Taiyo berada di dalam taman.
Dia melakukan sesuatu yang di larang oleh papan peringatan itu.

Membawa sekop musim dingin yang besar dimaksudkan untuk menggali salju, dia berada di tengah galian pasir menggali lubang.

Gali lubangnya tutup lubangnya.
Gali luban disana kemudian tutup lubang disini.
Gali lubangnya yang baru saja di tutup dan kemudian menutupnya lagi.
Aksi yang hanya dapat di defenisikan sebagai tindakkan tidak berguna, sedang di lakukan dengan sepenuh hati oleh pria ini.
Sebenarnyanya …………………. Tidakkan ini bukan termasuk dalam larangan dari 77 aksi yang di larang di papan peringatan.
Kecuali untuk sekarang.
Lebih banyak dia mengali, dia merasakan sesautu yang terkumpul di dalam tubuhnya.
Kapanpun dia menutup lubangnya, dia merasa sesuatu terkumpul di dalam pikirannya.
Taiyo terus menggali dan menutup lubang yang sama.
Zaku Zaku, Zaku Zaku Zaku…….. (Sura ketika Dia mulai menggali)

        “Hei kamu yang di sana, boleh aku bicara dengan mu sebentar?”

Ketika pikirannya hanya fokus pada kegiatan menggali, tiba-tiba Taiyo mendengar suara yang memanggilnya, pada saat berikutnya cahaya terang menyinari wajahnya. Dihadapkan dengan cahaya menyilaukan yang tiba-tiba, dia menyipitkan matanya, mengangkat tangannya ke wajahnya dan mengalihkan pandangannya dari cahaya.

        “Siapa itu?---- oh seorang polisi? ”

Meski dia nada suaranya terdengar jengkel, suara itu dengan cepat digantikan dengan suara terkejut.

Pria yang berdiri di depannya memakai seragam biru tua dengan topi. Dia adalah pelayan masyarakat, dengan kata lain dia adalah sorang polisi.

Andai saja Dia seorang wanita, bias dibilang seorang polisi wanita, Taiyo mungkin akan tertarik dan mungkin bahagia. Bagaimanapun Dia(Taiyo) adalah seorang pria dan minat Taiyo pada pria bisa disamakan seperti water flea’s snot! Dengan cepat, suasana hatinya menjadi muram.
(E/N :
water flea’s snot sangat kecil, bisa diartikan krustacea atau dalam kalimat ketertarikan antar lawan jenis dapat di artikan sama sekali tidak tertarik)

Dia tidak senang karena cahaya lampu itu terlalu menyilaukan di wajahnya dan pekerjaannya jadi terganggu.



        “Ap- apa ini?”

        “Kamu, sebenarnya apa yang kamu lakukan di sini?”

        “Apa yang sedang aku lakukan?..................... ah

Pada pertanyaan polisi itu, Taiyo kehilangan kata-kata.

Dia melihat sekelilingnya untuk memikirkan sebuah alasan. Dia berfikir untuk berteriakKau keberatan?!” sebagai jawaban, tapi dengan cepat menyadari posisinya di dalam dan apa yang di bawanya, lagi pula aksinya sudah ketahuan sebelum polisi sampai, dari sudut pandang objektif tindakkan ini sangat mencurigakan.
Karena ini, keyakinan yang dia rasakan sebelumnya dengan cepat menghilang.

“Ehhhh……………………Ummmmmm…..

              “Yah? “

              “Ini , maksudku…………………..

              “Cepat dan katakan, Apa yang sedang kamu lakukan?

            Lubang ini…………… ya aku sedang menggali lubaang…….. hanya itu…….

Sulit bagi Taiyo untuk mengartikulasikan kata-kata dan mulutnya terasa seperti tidak bisa terbuka.

Setelah mendengar penjelasannya(Taiyo) normalnya polisi akan merasa curiga, mengerutkan alis matanya lebih tajam, sampai-sampai dia mungkin bisa mengambil setumpuk kertas hanya dengan alisnya saja.

Polisi menggunakan senter untuk menyinari wajah Taiyo dan juga di lubang yang digalinya bergantian membandingkan keduanya.

            Apa yang kamu gali? Atau apa kamu mengubur sesuatu ? “

 Eh? Tidak! Tidak! Tidak! Aku tidak mengubur sesuatu! “

Dengan nada menuduh Taiyo sontak merasa kebingungan.

Dari pertanyaan polisi ia mulai membayangkan segala macam skenario. Seseorang di tengah hujan dengan payung menggali lubang untuk mayat ...... menggunakan api untuk membakar bukti, adegan itu terbayang di kapalanya.

Dalam arah pembicaraan ini berlangsung, tidak diragukan lagi Dia akan dituduh, karena itu dia mulai panik.

            Aku hanya menggali, Aku tunjukkan, ini seperti ini: menggali, timbun, dan menggali dan timbun

Dalam usaha untuk membuktikan ketidakbersalahannya, Taiyo sedang mempraktekkan kejadian yang dia lakukan sebelumnya. Namun, semakin dia mempraktekkannya, mata polisi itu bahkan terlihat lebih meragukanya dan menatapnya seperti dia adalah orang yang bersalah.

Lapor, ini di persimpangan ketiga di taman umum, kami telah menemukan orang yang mencurigakan. Pelakunya memakai seragam SMA

"Tunggu sebentar! Siapa yang kamu hubungi dengan walkie talkiemu ?!

Kau, siapa namamu? Kau terlihat seperti seorang siswa tapi, apakah itu seragam mu? 

Tidak, tidak, akan Aku jelaskan, seperti yang Aku katakan, yang Aku lakukan hanyalah menggali dan menutup lubang, tidak ada yang mencurigakan tentang hal itu?

Setiap orang yang bersalah mengatakan hal yang sama pada awalnya

Tolong beri Aku satu kesempatan terakhir untuk menjelaskan, Aku belum selesai! Kau harus percaya bahwa Aku sama sekali tidak melakukan apa-apa

Apakah seperti itu, kalau begitu, maukah kau memberitahuku dimana tempat yang sebenarnya?

Seperti yang aku katakan, tidak ada tubuh, aku baru saja menggali dan mengubur beberapa pasir di dalam lubang

Baiklah, mengerti, mari kita lanjutkan percakapan ini di kantor polisi, bukan? 

Kau sama sekali tidak memahami apa yang Aku katakan bukan ?!

Kau bisa meninggalkan lubang seperti apa adanya, cukup jatuhkan sekop di tanah, letakkan tangan mu di belakang kepala dan jangan melawan

Memperlakukanku layaknya seorang penjahat !? “
                                           
Aku akan menunggu sampai hitungan 3

Tidak, ini adalah kesalahpahaman -

Untuk membuat penjelasan, Taiyo menusuk sekopnya ke dalam lubang pasir.



Pada saat itu-

TEH REH REH TE TE TE-  Taiyo-chan level up ]






Di hadapannya peri setinggi sekitar 30 sentimeter tiba-tiba muncul.

Dia memiliki rambutnya pirang panjang yang berkilauan dan lebih mirip seperti warna rerumputan, dia mengenakan gaun one piece berwarna hijau. Di punggungnya terdapat sepasang sayap yang mengepak layaknya kupu-kupu, tidak diragukan lagi dia adalah seorang peri.

Taiyo dengan penuh harap menunggunya untuk mengungkapkan informasi yang akan dia sampaikan.

Ohhh, akhirnya aku naik level?

Ya Tuan -, Kamu sekarang Level 3! 

Level 3, ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraan ku

Itu tidak sepenuhnya benar ~, Taiyo-chan mungkin merasa bahwa itu adalah jangka waktu yang panjang tapi, sebenarnya kecepatan yang kamu capai adalah di dalam 1% dari orang jenius, Sebaliknya, hal itu benar-benar cepat ya! Biasanya ini kecepatan seperti ini adalah Cheat jika kamu melakukan lebih dari ini kamu pasti akan di BANNED 

Apakah ini benar-benar secepat itu? Nah, lagi pula keahlianku adalah leveling dalam game

"Ya! Seperti yang diharapkan dari Taiyo-chan. kamu bahkan pernah mendapat julukan Deadly Level Upper(istilah mematikan berasal dari 必殺 yang bisa berartiBringing Certain Death,One Hit Knockout,One Hit Kill, dll.)

Cukup untuk sanjungannya. Lebih penting lagi aku mendapatkan peningkatan kemampuan ku dengan level ini benar? 

Tentu saja, itu naik dengan kuat ~ hanya saja setelah kamu mencapai sekitar level 90 kemampuanmu tidak akan meningkat begitu signifikan.”

Diluar dugaan ternyata ada permainan di mana kau tidak dapat meningkatkan Ability. Dalam hal ini, dapatkah kamu menjelaskan hal ini untukku? 

"Tentu. Sebelum itu apa yang harus kita lakukan tentang Display Mode(layar status)? Haruskah aku secara khusus menampilkan kemampuan yang meningkat atau juga menampilkan kemampuan yang menurun? ~ 

Ada kemampuan yang menurun? 

- Dia terkejut hanya sesaat, dan kemudian dia cepat kembali tenang.

Nah, memang benar, misalnya .... Jika Karakter Zombie muningkatkan keberuntangan mereka maka tingkat HP mereka bisa turun, dan jika dia meningkatkan kekuatannya, kecepatannya juga mungkin turun 

Jadi seperti itu ~

Jawab Peri sangat ceria, dan Taiyo mengangkat tangannya ke dagunya untuk memikirkan apa yang baru saja didengarnya.

Dalam kasus ini, aku ingin kau menampilkan semua perubahan kemampuan, apakah meningkat atau menurun. kau juga bisa menghilangkan hal-hal yang sama sekali tidak berubah. Bisakah kau melakukannya untuk ku? 

Tentu saja aku bisa. Tapi  keputusanmu itu sungguh cepat!



Permainan yang aku mainkan kemarin juga memiliki sistem seperti ini, aku yakin ini adalah pilihan terbaik untuk dilakukan

Aku mengerti, Jadi seperti itu. Baiklah, sekarang aku akan menampilkan kemampuanmu ~

"Baiklah! Cepat!

Setelah berbincang dengan Peri, Taiyo mengepalkan tangan dan melakukan pose kemenangan, dia sangat senang melihat perubahan apa yang akan dia lakukan. Bagi Taiyo, orang yang menyukai menaikkan level melalui kerja keras dalam permainan, saat dimana dia akan menerima ganjarannya adalah fase permainannya yang paling dicintai.

Karena itu, dia benar-benar lupa keadaannya saat ini. Dia melakukan sesuatu yang biasanya tidak dia lakukan dalam keadaan biasa.

Kamu, apa yang kamu lakukan?

...... .Ehh?

Dia benar-benar dianggap oleh polisi bahwa dia adalah seorang pelaku kejahatan yang dituduh melakukan pembunuhan, garis penglihatannya teralihkan dari Peri dan saat ini Dia memberikan laporan ke arah polisi tersebut.

"Hah? Bukankah ini terlalu banyak peningkatan?! 

Ohhh, Bahkan ada banyak anjing penjaga

Setidaknya ada 5 polisi yang berdiri di sana, dan mereka terus mendekatinya dengan hati-hati.

Bahkan ada polisi yang memegang pistol di pinggang mereka, itu adalah situasi yang keterlaluan.

Ah haha ​​... ..

Ketika Taiyo mengingat tindakan yang dia lakukan beberapa saat yang lalu, dia menyadari betapa banyak masalahnya saat ini. Dia bergantian menatap antara Peri dan Polisi.

Mereka tidak dapat melihat mu , kan?

"Tentu saja! Satu-satunya yang bisa melihatku hanyalah kamu Taiyo~ 

Mereka pasti mengira aku sedang berbicara dengan diriku sendiri seperti orang gila, Aku harus mengklarifikasinya ... ..

Peri itu langsung menjawabnya, tapi Taiyo hanya bisa memikirkan sesuatu yang berada di dalam pikirannya.

Cepat dan angkat tanganmu, cepat!

Aku mengerti, tolong jangan arahkan senjatamu kepadaku!

Sambil menyerah kepada polisi dan diseret pergi ........ Taiyo mulai mengingat kembali pertemuannya dengan Peri.




SELANJUTNYA   I   TOC  I  SEBELUMNYA



No comments:

Post a Comment