Beautiful flowers have thorns, and there’s nothing more expensive than what’s free [A Place To Share My Obsession]

Thursday, November 8, 2018

29-Years-Old Bachelor Ch.5





Ch5. Berpetualang adalah bisnis yang menguntungkan.

-------------------------------------------
PENERJEMAH: SETYAN-DONO
EDITOR: VOID-SAMA
PROOFREADER:
-------------------------------------------




“Mou, bukankah sikapmu itu terlalu dingin? Walaupun kau telah berbagi tempat tidur dengan seorang wanita cantik tadi malam, kamu tetap berteriak kepadanya.” (Marl)


Marl menunjukkan wajah masam dan menyodok dadaku menggunakan jarinya, dan sekarang aku sangat shock, cukup untuk membuat jantungku terbang entah kemana saat ini.
AHHH, aku tidak bisa mengingatnya lagi.
       

“Kau sangat bersemangat saat melakukan itu loh……….” (Marl)
“……….Beneran?” (Taichi)
“Ya, saat aku berkata kalau aku takut, lantas kau memelukku dan menarikku dari belakang” (Marl)
 “Ehhh…. Maaf, tolong tinggalkan detailnya.”” (Taichi)


Yah itu sudah terjadi, mau gimana lagi.
Walaupun aku sangat ingin kabur, tapi sekarang aku tidak akan bisa.
Manusia harus menghadapi kenyataan.
Tunggu, bukankah aku datang kemari karena aku ingin lari kenyataan?
Bukankah aku ingin kebebasan, jadi aku datang kemari?
Dan aku mendaparkan game over di hari pertama, aku ingin mati.
Aku telah melakukan itu bagaimanapun juga, aku harus bertanggungjawab.
Lagipula Marl imut kok.


“….. Apakah tubuhmu baik – baik saja?” (Taichi)


Marl terkejut dengan perkataanku.
Tentu saja begitu, baru beberapa menit lalu aku masih terbengong.
Jangan khawatir, aku cepat dalam mengalihkan mood.


“Eh….. Kamu ngak marah?” (Marl)


Ah, hal itu, aku paham sekarang.
Bagaimanapun juga, bukankah kau yang memaksaku?
Kau bisa berpikir tentang hal itu, kan?

“Marah…..?  marah tidak akan membuatku keluar dari semua ini, kan? Walaupun caramu melakukan ini tidaklah bagus, lagipula sudah terjadi. Kebulatan hatimu telah mengalahkanku, aku mengaku kalah.” (Taichi)



Ketika aku mengelus wajahnya menggunakan tanganku. Dia menutup matanya yang indah itu dan memelukku.
Benar – benar imut.
Walaupun sebenarnya aku ingin balas dendam, tapi aku ingin bersama dengan gadis imut ini. Jika memang ada hal yang meyusahkan di masa depan, aku akan melewatinya.
Aku bisa melakukannya, ini mode yang sangat mudah, tidak masalah.


“Mari kita bangun, jika tidak melakukan quest apapun, kita tidak akan mendapatkan uang.” (Taichi)
“Ya–a”(Marl)


Marl merangkak keluar dari kasur dengan bertelanjang badan dan dengan santai mamakai pakaiannya yang tergeletak di atas lantai satu – persatu.
OH….. Apa ini, sungguh erotis.
Ya, ketika kau melihat seorang gadis yang bertelanjang bulat sedang mengenakkan pakaiannya sehelai demi sehelai, itu sangat merangsang.


 “Mou… apa yang kamu lihat …? mau lagi?” (Marl)
“Diam.” (Taichi)


Aku mengalihkan padanganku dari Marl yang tersenyum dan mulai berpakaianku.
Dan Marl keluar dari kamar.
Dia ingin mengambil barang bawaannya mungkin.
Aku harus fokus juga.
Ketika aku turun, pemilik penginapan memanggilku.


“Kerja bagus, ada sebuah sumur di belakang, cuci wajamu di sana.” (Orang tua penginapan)

Dia berbciara sambil tersenyum.
Ketika aku melihat matanya yang seakan – akan tahu segalanya itu, aku jadi agak jengkel, sial.
Tapi aku hanya mengambil sabun dan pergi ke sumur di belakang tanpa berkata apapun. Membasuh wajah dan tubuhku sedikit.
Lalu Marl datang, jadi aku memberinya sabunnya.


“Apa boleh?”
“Aku tidak akan memberimu jika tidak boleh.” (Taichi)


Aku memukul pelan kepalanya dengan tangaku lalu pergi ke ruang makan.
Ada tamu yang sedang sarapan dan Pinea yang sedang menyajikan makanan.
Ketika aku melangkah ke dalam semua pasang mata mengarah kepadaku.
Lalu mereka semua menunjukkan tangan mereka dengan jari jempol diantara jari telunjuk dan jari tengah mereka, walaupun sedang berada di dunia lain, gerakannya masihlah sama.

Persetan kalian semua.

 “Hey, bagaimana rasanya. Ketika kau sedang mencapai klim- sa, sakitsakitsakitsakitsakitsakitsakit!!” (Pinea)

Aku meremas kepala Pinea yang merupakan perwakilan dari semua tamu di penginapan ini, aku menggunakan hampir semua kekuatanku.


 “Aku ingin dua porsi, dengan tambahan.”(Taichi)
“SAKITTTT! AKU MENGERTI, AKU MENGERTI, MAAFKAN AKU!” (Pinea)


Dan setelahnya, Marl berjalan kemari.
Cara berjalannya agak aneh……………. Ayo hidari topic itu.

“Sekali lagi, selamat pagi.”(Marl)
“Ah, selamat pagi. Mari makan lalu kita akan pergi ke guild.”(Taichi)
“Mou, Taichi-san. Kamu seharusnya lebih lembut!”(Marl)
“Aku merasa malu di sini, dan jangan membahas itu.”(Taichi)


Kami sarapan sambil membicarakan beberapa hal sepele.
Sarapan kali ini adalah roti panggang dengan telur dadar dan sup, dan hanya kami yang mendapat buah sebagai tambahan.
Entah itu permohonan maaf atau ucapan selamat, tapi sama saja lah.
Aku untuk membayar makanan, termasuk makanan tadi malam. Dan kami pergi ke Guild petualang.
Sialan, dompet kami semakin menipis.
Dan juga, aku merasa kehilangan lebih karena gagal mengingat apa yang terjadi semalam.


---------------------------


“Hei! Yah!”(Taichi)

Aku menusukkan pedangku hingga tembus ke dalam tubuh kecil itu dengan kekuatan penuh. Lalu kutebas kepala yang berada di atas tubuh kecil itu.
Kemudian aku menerbangkan tubuh lainnya menggunakan quarterstaffku yang kemudian sebuah cairan mengerikan keluar dari tubuhnya.
Setelahnya quarterstaffku mengeluarkan suara **gachi**, ini tidak bagus.
Walaupun tongkat ini tebal, tongkat ini masihlah terbuat dari kayu.
Aku menggunakan tongkat ini terlalu sering, sekarang aku bisa melihat retakan di permukaannya.

“Marl, apa kau baik – baik saja?”(Taichi)
“A, aku, aku baik – baik saja……… tapi………..”(Marl)
“Tapi apa?”
“Aku rasa, aku mengompol………… Awas disana terdapat dua lagi di belakangmu!” (Marl)
“Ah, begitu!!”(Taichi)

Ketika aku melihat Marl untuk memastikannya (mengompol), aku memukulkan quarterstaffku dan menendang dua goblin yang datang ke arah kami dengan tendangan berputar.





“Ingin mencari beberapa quest mudah dengan hadiah yang bagus kan?”(Ulz)

Pak tua Ulz mendengarkan permintaan kami dan sekarang dia sedang mencarinya di dalam sebuah tumpukan arsip.

“Bagaimana dengan mencari kucing hilang?”(Ulz)
“Aku jago dalam hal itu!”(Marl)
“Itu hanya untuk Marl sendiri, lalu bagaimana denganku?”(Taichi)
“Hanya saja ….. Kau juga pemula tau?”(Ulz)


Bahkan jika kekuatanku sudah di ketahui, aku tetap tidak memiliki pencapaian atau pengalaman bertarung.
Tetap saja, aku lebih memilih sebuah misi penaklukan atau misi darurat.

“Oh, bagaimana dengan ini.”(Ulz)

Lalu Pak tua Ulz mengambil salah satu permintaan.
Apa guild petualang yang menjadi kliennya?



“Penaklukkan goblin, tidak ini pengintaian. Mereka bereproduksi dengan sangat cepat dan seringkali menyerang hewan ternak atau mencuri hasil kebun. Kita perlu mengurangi jumlah mereka dari waktu ke waktu. Dan kali ini, ini adallah sebuah misi pengintaian, tapi jika kalian berhasil membunuh beberapa, akan ada hadiah uang juga.”(Ulz)
“Bagaimana caramu memastikan bahwa kami membunuh mereka?”(Taichi)
“Itu akan terekam di dalam kartu milikmu, tapi kau harus memastikan kalau dia mati. Maka hasillnya akan terekam.”(Ulz)


Hoh, ternyata ada sebuah fungsi yang bagus di dalam kartu ini.
Jika tidak ada fungsi seperti ini, maka akan banyak laporan palsu, kan?
Atau kau harus membawa tubuh monster yang kau bunuh ke sini atau mendapatkan seseorang untuk pergi dan memastikannya, atau membawa beberapa bagian dari tubuhnya……… ya terdengar sangat menyusahkan.
Tapi jika itu aku, aku hanya perlu melempar semuanya ke inventory.

“Taichi-san………”    (Marl)
***Sodok, sodok***
 “Baiklah aku akan mengambil ini, apakah kau mempunyai peta?”(Taichi)
“Taiiiiiiichiiiiiii-sannnnnnn” (Marl) ***Sodok, sodok*** (sodok disini: menggunakan jari untuk menusuk)
“Ah, ini dia. Tapi dengarkan, tidak masalah hanya dengan pengintaian, janganlah rakus. Jangan bertarung terlalu lama dan cepat kembali, kau paham?”(Ulz)


Aku mengamati peta yang Pak tua Ulz berikan kepadaku.
Sepertinya hutan di dekat kota ini terlihat mencurigakan.
Kau perlu pergi melewati gerbang barat, dan mengikuti jalan utama selama 1 jam, hah?


“TAICHI-SAN!”(Marl) ***Sodok, sodok***
“Apa!”(Taichi)
“Aku punya perasaan buruk, ini terlihat berbahaya, jangan pergi.”(Marl)
“Tentu saja itu akan berbahaya, jika kita selalu menghindari segala hal yang terlihat berbahaya, kenapa harus repot – repot menjadi seorang petualang.”(Taichi)
“Au, kau benar tapi……” (Marl)



Tetap saja, Marl tidak yakin.
Jika seperti ini, kau harus mengatakan kalimat mujarab itu.


“Jangan khawatir, jika terlihat sangat berbahaya, mari kita lari. Dan jika sesuatu terjadi aku akan melindungimu.”(Taichi)
“! E, Ehehe, Benarkah?”(Marl)

Marl berbicara sembari terlihat malu.
Bukannya aku ingin pamer, tapi seseuatu seperti ini hanyalah hal sepele.





Aku menggunakan quarterstaff dan menusuk goblin yang meloncat ke arahku.
Dan kemudian goblin di sisi lainku melihat kesempatan itu juga ikut meloncat.
Dia memegang lengan tangan kananku dan menggitnya, tapi kerana armor kulit yang aku gunakan, gigitan itu tidak mencapai kulitku.
Aku menggunakan kedua jariku untuk menusuk matanya, lalu goblin itu berguling – guling di tanah jadi aku terus menginjaknya hingga dia mati.

“Kyaa! Taichi-san disana, 5 lagi di sebelah kanan!”(Marl)
“GUH! Mereka sangat menyebalkan!”(Taichi)


Disana tedapat 5 goblin lagi yang keluar dari hutan.
Ketika aku melihat mereka, aku menembakkan Magic Arrow dari Non-Elemental Magic Lv.1 milikku.
Magic arrow mengincar seperti mode lock-on di game menembak.
Berbeda dengan Air Bullet dan Wind Blade yang membutuhkan kita untuk mengincar target terlebih dahulu baru menembaknya seperti peluru pistol.
Magic Arrow lebih seperti rudal.
Aku mengumpulkan kekuatan sihir yang cukup dengan banyaknya jumlah target, dan meningkatkan jumlah panahnya menjadi 5.
Di ujung quarterstaff, terpadat 5 bola cahaya yang terus berputar.

“Energy bolt!”(Taichi)

(Tl note: Entah mengapa dari magic arrow ke energy bolt. Mungkin yang bisa membaca jepun bisa coba periksa?)

Aku menancapkan quarterstaff ke dalam tanah, dan menimulkan suara seperti suara dentingan besi.
5 panah cahaya meluncur dan menembus para goblin itu.
Pada bagian yang tertembus Magic Arrow terdapat lubang sebesar kepingan 500 yen, semuanya tepat di kepala.
5 goblin itu, mati.
Energi bolt, walaupun itu hanyalah shir Lv.1, kekuatanya tidak bisa diremehkan.
Mebutuhkan sekitar 25 MP untuk menambah panah menjadi 5. Dibandingkan dengan Air Bullet, sihir itu lebih mengahbiskan MP.

[GIGI!?]
[GUGE! GEGE!]

Goblin yang tersisa pasti takut akan sihirku sekarang, mereka semua terlihat panik.
Kesempatan, aku akan menembak jatuh kalian semua.






“Aww, akhirnya selesai juga.”(Taichi)


Aku menggunakan pedang pendekku untuk menghabisi goblin yang tersisa.
Aku terluka sedikit, tapi dengan sihir penyembuhan semua bekas luka itu menghilang.
Ketika luka menutup dalam sekejap mata itu terasa mengejutkan.

“Au……………………………. Aku tidak dapat lagi menjadi pengantin. Ahm Taichi-san akan membawaku pergi, aku tidak harus khawatir lagi tentang itu.”(Marl)
“Tolong gerakkan tanganmu lebih banyak daripada mulutmu jika kau bisa.”(Taichi)


Katika dia mendengarku, Marl terlihat cemberut dan membunuh goblin yang tidak bisa bergerak.
Dan aku juga telah memintanya untuk mengganti celana dalamnya.
Sebenarnya, aku rasa aku juga sedikit ngompol.
Seperti yang kuduga, walaupun mereka itu adalah seorang monster, tapi mereka memiliki bentuk tubuh yang menyerupai manusia. Aku juga cukup banyak medapatkan tekanan mental.

“Totalnya 29 hah? Apakah kita bisa menjual mayat – mayat ini?”(Taichi)
“Ususnya dapat digunakan sebagai bahan obat – obatan, dan sepertinya dapat dijual untuk beberapa uang dalam jumlah kecil, juga mayat itu dapat digunakan sebagai makanan untuk monster yang diternakan, sisanya dapat di bakar dan abunya dapat digunakan dalam upacara sihir.”(Marl)
“Kalau begitu, mari kita bawa semuanya.”(Taichi)


Lalu aku melempar mayat – mayat itu satu – persatu ke dalam inventory-ku.
Sepertinya, ternyata pengetahuan Marl dapat berguna juga, dan itu sangat membantuku.
Walaupun dia tidak berguna saat bertarung, tapi jumlah pengetahuannya banyak.

“Treaxure box sangat memudahkan….. Aku juga ingin satu.”(Marl)
“Punyaku itu spesial loh, aku tidak bisa memberi tahumu caranya, karena aku mendapatkannya secara tiba – tiba saja.”(Taichi)

Aku tidak dapat memberi tahu dirinya kalau aku mendapatkan itu sebagai satu set hadiah dari sesuatu (dewa) yang tidak dikenal secara gratis.

“Taichi-san mengagumkan. Persis seperti yang kupikirkan, jika sepasang petualang dengan ranking E dan F menghadapi goblin sebanyak ini, mereka pastinya tidak akan bisa menghadapinya.”(Marl)


Ketika aku sedang mengumpulkan mayat goblin.
Marl memujiku dengan mata yang bersinar.
Aku bahkan tidak menggunakan setengah dari Mpku dan hanya mendapatkan beberapa goresan yang dapat disembuhkan secara instan.
Aku dapat menerima setengah musuh lagi lebih banyak dari itu.
Levelku juga naik dari 3 ke 5.
Dan pemasukan kali ini yakni berasal dari penaklukkan, penjualan dan juga hadiah dari quest.

“Aku juga merasa takut. Permainan dan kenyataan sangatlah berbeda seperti yang aku kira.”(Taichi)

Rasa kulit bersentuhan, cairan yang keluar, perasaan lengket yang menjalar dari pedang ke tanganku.
Semuanya terasa nyata sehingga hal itu membuat tubuhku gemetar.
Perasaan ketika mengambil nyawa yang tak pernah aku rasakan ketika aku masih berada di dunia sebelumnya.

“Permainan? Kenyataan?”(Marl)
“………. Jangan pikirkan itu. Apakah kamu sudah selesai mempetakan daerah ini?”(Taichi)

Walaupun itu semua berakhir tanpa perasaan bersalah, mungkinkah itu karena kenyataan di ini tidak dapat menembus (masuk) cukup dalam ke dalam tubuhku (jiwa/pikiran), atau mungkin karena aku terlalu banyak bermain game?

Karena game barat yang bisa membuat dirimu bermain di era perang nuklir sudah banyak yang dikeluarkan, perang masa depan juga ada.
Game itu memiliki grafik yang terlihat sangat nyata.

“Jalan untuk kabur juga telah selesai!” (Marl)
“Bagus, kalau begitu ayo kembali dengan hati – hati.”(Taichi)

Hari ini sudah terselesaikan tanpa goresan apapun.
Ayo kembali.





“Dan kau dapat kembali tanpa kehilangan lengan atau kaki, dan tanpa sedikit pun luka.”(Ulz)


Ketika pak tua Ulz menerima kartu petualang kami untuk diperiksa, dia menggumamkan seseuatu seperti itu sambil berkeringat.
Hasilnya adalah Aku 23, Marl 6.
Dan hasil punya Marl hanyalah dari sentuhan akhir.



“Aku membawa kembali semua mayat goblin jadi tolong beli.”(Taichi)
“Apa? SEMUA?”(Ulz)
“Semua.”(Taichi)

Ketika aku mengatakan itu, pak tua Ulz itu memanggil bebeberapa orang dan bersama, aku dan Marl kami dibawah ke tempat seperti gudang.
Dingin. Apakah tempat ini (Freezer)?
Sepertinya hawa dingin itu berasal dari kristal yang menggantung di atas langit – langit, hal – hal Fantasi ternyata benar – benar sangat memudahkan.

“Aku akan mengeluarkannya.”(Taichi)

Aku mengeluarkan dan menyusun semua mayat goblin yang berjumlah 29 buah.
Un, ketika kau melihatnya berjejer, rasanya menjijikan.

“Yang satu ini hanya memiliki satu lubang di kepalanya, sihir kah?”
“Yang satu ini memiliki sebuah luka memar.”
“Selebihhnya terlihat baik.”

Pak tua ulz dan pekerja lain mengecek mayat goblin.
Aku tidak tahu bagaimana mereka menilainya, tapi nampaknya aku akan mendapatkan harga yang bagus.

“Ngomong – ngomong, berapa banyak harga untuk satu mayat goblin*?”(Tacihi) *(Menunjuk ke mayat goblin)
“Hah? 5 koin tembaga besar untuk perbuah. Bukankah aku sudah mengatakan itu kepadamu?”(Ulz)

Apa…….? Bukankah itu artinya aku mendapat 145 koin tembaga besar….
14 koin perak dan 5 koin tembaga besar!?
Aku dapat tinggal di penginapan selama 58 hari!
Meningkatkan peralatanku bukan hanya sebuah mimpi sekarang.

“Marl, berapa harga mayat goblin di pasar?”(Taichi)
“Harganya dapat naik dan turun sesuai dengan permintaan dan penawaran barang, tapi seharusnya 2-3 koin tembaga besar. Tapi belakangan ini tidak terdapat pemberantasan goblin besar – besaran, harganya mungkin dapat naik hingga 3 koin tembaga besar.” (Marl)
“Berarti kita akan mendapatkan 87 koin tembaga besar, itu setara dengan 8 koin perak dan 7 koin tembaga besar. Pendapatan kita berarti sebesar 2 koin emas.” (Taichi)
“Seperti yang diharapkan dari Taichi-san, bahkan penghasilan terbesarku dalam sehari hanya 1 koin perak!” (Marl)
“A, un….” (Taichi)

Satu set makan harganya sekitar 2-4 koin tembaga, minuman palingan hanya 1 koin tembaga.
Penginapan sekaligus sarapan sebesar 25 koin tembaga satu malamnya.
Dari yang disebutkan di atas, 1 koin tembaga kemungkinan sebesar 100 yen.
Koin tembaga besar setara dengan 1,000 yen, koin perak setara dengan 10,000 yen, koin emas setara dengan 100,000 yen
Aku pergi saat pagi hari, dan sekarang masihlah siang hari.
Hanya dengan setengah hari, aku menghasilkan 200,000 yen.
(Tl note: Entah mengapa bisa jadi 5 koin lalu 3 koin dan 2 koin emas)

Untung, keuntungannya sangatlah mantap, bekerja sebagai petualang benar benar menguntungkan.
Tidak, jika kau memasukan bahaya kedalamnya mungkin itu merupakan hal yang wajar.
Dan kita juga harus menambahkan biaya ke hal lain seperti perawatan perlengkapan.
Lalu Pak tua Ulz membawa kami kembali ke konter.

“Hadiah dari penumpasan, hadiah dari Quest, dan menjual mayat – mayat itu, totalnya sebesar 25 koin perak dan juga 2 koin tembaga besar. Periksa dulu.”(Ulz)

Dia menunjukkanku sebuah kertas dengan beberapa tulisan di atasnya.
Di detailnya tertulis bahwa mereka membeli satu mayat goblin dengan harga 3 koin tembaga besar.
Dan hadiah dari Quest sebesar 2 koin perak.
Bukankah hadianya terlalu sedikit? Tidak, sejak dari awal ini hanyalah misi mengintai.

“Bagaimana caramu membagi – bagi hasil itu?”(Ulz)
“Ahh, pembagian uang heh? Bagaimana ya, aku tidak tahu hal – hal seperti ini.”(Taichi)

Jika ini adalah sebuah permainan maka hasilya dibagi sama rata.
Tapi tentu saja hal itu tidak dapat di lakukan.

“Biasanya, mereka membagi hadiahnya seseuai dengan pekerjaan yang telah mereka lakukan loh…”(Ulz)
“Aku hanya membunuh goblin yang sudah dilumpuhkan oleh Taichi-san! Aku bahkan tidak ikut bertarung!”(Marl)

Kenapa caranya dia berbicara seperti memiliki suara **BERKEDIP** sebagai latar belakangnya?
Walaupun semua itu benar apa adanya.

“Dan Ojou-chan juga berbicara seperti ini dengan sendirinya…..”(Ulz)

Ulz menggaruk kepalanya berpikir tentang apa yang akan dilakukan
Jadi, aku memberi Marl 5 koin perak dari 25 koin perak yang kita dapatkan.
Dan sekarang mereka berdua membuat wajah penuh tanda tanya.

“Marl membuat peta sendiran, benar? Dan kamu jugalah yang pertama kali melihat goblin dan memberi tahuku posisi mereka, juga ketika aku bertarung kamu memberi tahun kapan dan darimana mereka datang. Dan tentu saja, karena ketika pertarungan terjadi serahkan saja semuanya kepadaku, jadi aku hanya memberimu 5 koin perak.”(Taichi)

Dan lagi aku mengambil 10 koin perak lainnya dan memberinya kepada Marl.

“Dan, ini adalah uang khas untuk kelompok. Aku dan juga Marl. Aku akan meninggalkan ini untuk kau pegang. Setelah ini, jika ada seuatu kebutuhan yang harus di beli atau kebutuhan hidup untuk ku dan juga Marl, kau dapat menggunakannya untuk membayar semuanya jika kau lihat itu sebagai hal yang pantas tergantung situasinya. Bagaimana dengan itu?”(Taichi)

Jika tidak dapat bertarung, maka biarkan saja dia mengerjakan semua pekerjaan yang menyusahkan.
Lagipula kami adalah individu yang aneh.
Tapi Marl malah membuat wajah yang gembira.
Sepertinya di sini tardapat suara **PAN**, kau seorang M.

“Dan sisanya adalah milikku.”(Taichi)

Sesuai dengan alasan sebelumnya, penghasilanku adalah sebesar 10 koin perak dan 2 koin tembaga besar.
Omong – omong, quarterstaff milikku retak. Mari cari yang lebih baik.
Berbahan kayu tidak termasuk ke dalamnya, aku ingin sesuatu yang dapat digunakan dalam pertarungan jangka panjang.

“Aku akan pergi untuk mencari sesuatu untuk menggantikan ini, bagaimana denganmu Marl?”(Tachi)
“Ah, aku juga, aku ingin mencari sebuah senjata yang dapat membantu Taichi-san!”(Marl)

Marl mengepalkan tangannya dan mengeluarkan suara **FUU**.
Dia hanya memiliki pedang pendek di pinggannya, tapi dia hanya bisa menggunakan itu hanya untuk lawan yang tidak bergerak.
Kapan – kapan mari aja dia cara menggunakan pedang itu.

“Ayo, sampai jumpa lagi pal tua.”(Taichi)
“Sampai bertemu besok.”(Ulz)

Kami pergi dari guild dan menuju toko senjata.

“Ehehe.”(Marl)

Marl tersenyum dan dengan senang berjalan di sampingku.
Aku tidak terbiasa untuk mendapatkan seseorang sebgitu cantiknya berjalan berdampingan denganku.
Karena sebelum semua ini, aku berbadan gemuk
Walaupun aku juga pernah berkencan dengan beberapa wanita tapi…
Yah, setelah itu yang terjadi bukanlah perpisahan yang bagus.
Setelahnya, aku tidak terlalu tertarik dengan cinta, AHH betapa suramnya.
Ah, ketika aku sedang berpikir tentang luka lama, kami telah sampai di toko senjata.
Yosh, mudah – mudahan disini ada senjata yang cocok.


Void note: aku bener benar tidak terlalu mengerti maksudk kalimat di akhir, mari biarkan tetap seprti itu. Yah jika ada di antara kalian yang  mempunyai saran yang lebih baik, merasa bebaslah untuk mengatakannya di kolom komentar.

Oh yang, kami baru saja membuat Fanspage baru OTAKU AKUT BLOG bantu kami dengan menlike Fanspage baru kami, silakan di share juga.

No comments:

Post a Comment