Beautiful flowers have thorns, and there’s nothing more expensive than what’s free [A Place To Share My Obsession]

Sunday, October 28, 2018

To Be a Power in the Shadows! Chapter 4





Chapter 4: Seandainya Saja Dia Memiliki Rambut….
------------------------------------------------------------------------

Alih bahasa: void
Proofreader: add-san



Sudah sekitar 3 tahun berlalu sejak berdirinya Shadow Garden. Aku dan Alpha, kami berdua telah berusia 13 tahun, dan kakak perempuanku Claire sekarang berusia 15 tahun. Tidak ada hal yang berarti ketika berusia 13 tahun, tetapi itu tidak sama ketika berusia 15 tahun. Ketika anak dari bangsawan mencapai usia 15 tahun, mereka harus mengikuti sekolah di ibukota kerajaan selama 3 tahun. Nee-san adalah harapan dari keluarga Baron [VOID NOTE: Baron’ = Tingkatan terendah dari keluarga bangsawan] – Kagenou, hal itu membuat ibuku sangat semangat dalam mempersiapkan pesta perpisahan. Yup, seperti yang diharapkan.



Semua itu tak masalah. Sungguh. Tapi masalahnya adalah, ketika hari dimana dia akan berangkat ke ibukota, dia menghilang. Hal itulah yang menimbulkan gejolak di dalam keluarga Kagenou saat ini.

“Saat aku sampai di kamarnya, semuanya sudah seperti ini.”

Itulah yang dikatakan ayah ku dengan suara kerennya. Wajahnya juga tidak buruk.




“Tidak ada tanda-tanda perlawanan, tapi jendelanya terlihat dibuka secara paksa dari luar. Fakta bahwa aku atau pun Claire tidak menyadarinya, berarti penculiknya sangat ahli.”


Ayahku yang dengan satu tanganya pada ambang jendela dan melihat ke kejauhan. Hal yang kurang dari penggambaran ini adalah segelas whiskey ditangannya.
Dan rambut….


“Lalu?”

Suara yang sangat dingin ditujukan kepadanya.

“Sangat baik, jadi tidak ada yang bisa dilakukan? apa itu hal yang ingin kau katakan?”

Itu adalah ibuku.

“Tidak, tentu saja tidak. Aku hanya memaparkan faktanya…”


Itulah jawaban ayahku sambil mengeluarkan keringat dingin dari wajahnya.


“DASAR BOTAAAAAAAKKK BODOH!!!!”
“Hiiii, maafkan aku, tolong maafkan aku!!!”


Ngomong-ngomong, aku seperti udara. Tidak ada yang diharapkan dari ku, dan aku juga tidak membuat masalah. Itu adalah posisi terbaik di keluarga ini yang selalu ku pertahankan.

Tapi, Nee-san adalah orang yang cukup baik, jadi agak sedikit memprihatinkan. Hal itu terjadi saat malam, ketika aku sedang berada di desa terlantar, jadi tak ada yang dapat kulakukan.

Aku hanya diam mendengarkan pertengkaran orang tua ku, dan saat ada kesempatan aku kembali ke kamarku. Aku merapatkan kedua telapak tanganku kearah tempat Nee-san menghilang, dan terjun ke tempat tidurku.

Lalu.


“Kau boleh keluar sekarang.”
“Iya Tuan”


Seketika, tirai ku bergoyang sedikit, dan seorang gadis muncul mengenakan ‘slime bodysuit’.


“Oh, Beta Rupanya”
“Ya Tuanku”


Seperti Alpha, dia juga seorang elf. Tapi, berbeda dengan Alpha yang berambut pirang, Beta memiliki rambut berwarna perak.

Dia yang memiliki mata seperti kucing yang berwarna hijau, dan tahi lalat di bagian bawah matanya adalah orang ketiga yang bergabung dengan ‘Shadow Garden’. Walaupun aku mengatakan pada Alpha untuk tidak berlebihan, dia tetap memasukan mereka ke dalam organisasi seperti memungut kucing liar, jadi jumlahnya terus meningkat.



“Di mana Alpha?
“Sedang mencari jejak dari Claire-sama.”
“Respon yang cepat. Apa menurutmu Nee-san masih hidup?”
“Kemungkinannya besar”
“Apa dia bisa diselamatkan?”
“Iya, bisa… tapi hal itu mungkin memerlukan bantuan dari Shadow-sama.”



Ah ngomong-ngomong, mereka memanggilku ‘Shadow’. Karena aku adalah pemilik ‘Shadow Garden’, fufufufu.


“Apa itu yang Alpha katakan.”
“Ya tuan. Dia mengatakan karena mereka memiliki sandera, akan lebih baik jika menggunakan kekuatan penuh.”
“Heeh~”


Sejujurnya, Alpha sudah cukup kuat. Dan faktanya hal itu bahkan membuat Alpha meminta bantuan, berarti seseorang memiliki kekuatan yang cukup besar telah terlibat.


“Darahku mendidih… “


Aku mengepalkan tanganku sambil mengeluarkan sihir secara instan untuk membuat ledakan kecil.

Tidak ada maksud tertentu melakukannya, aku hanya suka melakukannya.

Aku dapat mendengar Beta bergumam “Seperti yang diharapkan…” saat terkejut.

Belakangan ini, aku tidak lagi kekurangan rekan latihan, karena ada Alpha, Beta, Delta, dan yang lainnya, tapi sesuatu yang baru seperti ini bagus juga sesekali. Dan yang terpenting aku ingin bermain sebagai ‘kekuatan di balik layar’, jadi ini adalah kesempatan yang bagus.


“Sudah cukup lama sejak terakhir kali aku bersungguh-sungguh…”


Seperti saat ini, aku telah terbiasa mengeluarkan aura seperti ‘kekuatan di balik layar’.

Dan juga, akhir-akhir ini Alpha dan Beta telah mengembangkan plot cerita ini lebih jauh, jadi hal ini menjadi sangat menarik.


“Seperti yang di duga pelakunya adalah bagian dari ‘Order of Diabolos’. Terlebih lagi, dia adalah salah satu dari eselon atas mereka.”
“Salah satu dari eselon mereka, huh. Jadi mengapa mereka menculik Nee-san.”
“Mereka mencurigainya sebagai keturunan dari pahlawan.”
“Hmph, mereka bajingan yang cukup jeli…”



Jadi yah, seperti itu.

Terlebih lagi, mereka juga melakukan perkumpulan penelitian dan mengatakan hal seperti “Seperti yang diharapkan, semua yang anda katakan itu benar…” dan “Mengenai seribu tahun yang lalu, keturunan Diabolos…” dan “Dari monumen batu ini kita dapat menemukan petunjuk yang menunjukan keberadaan dari ‘Order of Diabolos’…” dan hal sejenis lainnya. Maksudku, aku tak bisa membaca tulisan kuno jadi bagaimana mungkin aku mengetahuinnya? Aku yakin Alpha juga tak bisa membacanya, jadi dia hanya membuat semua yang terlihat kuno sebagai bahan dan membawa apa saja yang terasa mirip kepada ku, yang membuat seolah-olah kami membuat kemajuan dalam menyelidiki Order. Aku yakin pasti seperti itu.”

“Coba lihat pada dokumen ini. Di sini menunjukan lokasi persembunyian yang mungkin menjadi tempat Claire-sama di tahan, hal berdasarkan informasi terakhir yang kami dapat.”


Setelah mengatakannya, Beta meletakan tumpukan kertas di atas mejaku. Ya ampun, aku tidak mengerti apa yang harus kulakukan dengan ini. Lebih dari setengahnya menggunakan bahasa kuno dan sisanya berisi persamaan matematika yang tidak dapat terbaca dan sejenisnya. Sial, kalian menjadi semakin pandai untuk mengarang hal seperti ini. Aku akui, kalian semua menjadi telah menjadi lebih hebat dariku.

Sambil mengabaikan penjelasan Beta, aku mengeluarkan sebuah pisau dan melemparkannya ke arah peta yang berada di dinding.

Thunk.

Pisau itu mengenai titik tertentu.


“Di sana”
“Tempat itu? Apa yang ada di sana?”
“Di sanalah Nee-san berada.”
“Tetapi di tempat itu, tidak ad-… tunggu, mungkinkah itu…!”


Beta tiba-tiba membongkar tumpukan dokumen itu seolah-olah dia menyadari sesuatu.

Um, yaah, Aku hanya melempar pisau itu secara acak, mengerti?

Tapi, wow akting mu sangat bagus, Beta. Aku dapat melihat akhirnya – kau akan mengatakan padaku bahwa di sanalah tempat persembunyiannya, kan?”

“Kesimpulannya, setelah membandingkan dari sumber yang berbeda, sepertinya ada kemungkinan yang tinggi bahwa tempat persembunyiannya berada pada lokasi yang telah Shadow-sama tunjukan tadi.”


Tepat sekali.


“Tapi, untuk dapat memahami bahan yang sangat banyak ini hanya dalam hitungan detik dan bahkan menyimpulkan lokasi persembunyiannya… seperti yang diharapkan dari Shadow-sama.”
“Kau masih kurang latihan, Beta.”
“Aku akan berlatih lebih keras lagi.”


Sungguh, sandiwara sangat bagus. Walaupun aku tahu semua ini hanyalah sandiwara, tapi aku masih merasakan emosi dari hal yang dia katakan. Kau sudah memiliki semua poin yang penting, Beta.

“Aku segera akan memberi tahu Alpha-sama. Apa kita akan bergerak malam ini?”
“Mm.”

Beta membungkuk, dan meniggalkan tempat ini. Matanya bersinar, seperti merasa hormat dan sejenisnya. Ayo bersorak untuk aktingnya yang sangat luarbiasa.

+++++++




< Sebelumnya | Daftar Isi | Selanjutnya >


No comments:

Post a Comment