Beautiful flowers have thorns, and there’s nothing more expensive than what’s free [A Place To Share My Obsession]

Thursday, October 11, 2018

Martial King’s Retired Life Vol. 1 CH.7 Penemuan Besar



        Kehidupan Setelah Pensiun Raja Pendekar
Vol. 1 CH.7

Penemuan Besar

Sepertinya ujian tahap kedua akan memakan waktu lebih lama dari ujian tahap pertama, jadinya kami menunggu di halaman.
Aku tiba tiba mendengar orang di seberang berdebat, tapi tidak ada yang menghiraukan. Aku menyimpulkan kalau aku bisa dengar karena indera penglihatan dan pendengaranku sedang diperkuat. Aku menarik narik lengan baju bibi guru, dan berkata “Ada orang yang berdebat di kamar sebelah, ayo lihat ada keributan apa.”
Bibi merasa itu lucu dan berkata “Kau dari kecil memang pencari kesenangan.”
Tapi dia tetap ikut denganku pada akhirnya. Ini menunjukan bahwa dia memanjakan aku.
Setelah berjalan melewati beberapa belokan, kita sampai ke halaman ruangan sebelah, dan melihat 2 orang mendorong dan menarik satu sama lain.
Apa yang kalian lakukan di siang bolong?! Sifat kepo ku keluar, jadi aku bersembunyi di belakang bibi guru dan melihat mereka. Salah satu dari mereka punya wajah yang kukenal. Dia adalah pengguna pedang besar, Su Xiao, dan dia menarik dan bergumul dengan pria lain yang juga sama gantengnya.
Su Xiao tampak bersiap untuk pergi, tetapi pria yang lain itu memegang tangannya dan berkata “Kenapa? Kenapa kau seperti ini?! Apakah belum cukup perlakuanku padamu?”
Su Xiao menampilkan ekspresi wajah dingin dan berkata “Master Liu, Aku telah mengatakan semua hal baik tentang dirimu, hanya saja kau tidak mengerti, jangan paksakan itu!”
Percakapan ini seperti....
Ohh, aku tau...
Pria muda itu memegang dadanya dengan satu tangan seperti akan muntah darah, berjalan mundur 3 langkah seperti sedang dirasuki oleh dewa cinta, dan berkata “Kenapa kau sangat tidak berperasaan? Kenapa kau tidak bisa dimengerti?”
Dia menjentikan rambutnya, melihat kearah Su Xiao dengan mata penuh yang menunjukan kesungguhan hatinya, dan berkata “Su Xiao, Apa lagi yang kau inginkan? Kamu tau bagaimana perasaanku padamu, jangan bilang kamu tidak tau!”
Anjing!
Anjing!!
Anjing!!!
Mereka maho?! Mereka Maho!?
Saudara Su, aku gak kepikiran kalau kau rupanya pria seperti itu.
Nan Jing adalah tempat yang luas dengan banyak generasi muda yang kaya dan maho, tapi aku tidak penah berpikir akan bertemu dengan salah satunya.
Melihat dia dari dekat....Ya tuhan, bagaimana bisa aku ga kepikiran? Su Xiao tampak lemah, dan kulitnya lebih halus daripada para wanita. Setiap Maho tulen pasti akan memperlakukan dia sebagai harta yang tak ternilai.
Su Xiao menghentakkan kakinya seakan tidak percaya, dan berkata “Aku, Su Xiao, adalah pria...”
Nyonya, maksudku, saudara, bicara saja bila memang ingin bicara, tapi bisakah kau tidak menghentakkan kaki saat bicara?
“Aku adalah seorang pria. Jangan pernah berpikir untuk melakukan hal ini untuk menghinaku. Kalau tidak... Jangan salahkan aku bila aku tidak memberimu ampun!” Dia lalu mendengus dengan sinis dan pergi.
Master Liu dengan muram berlari hingga tersandung mengejar Su Xiao.
Aku memaksakan untuk tetap tenang, tetapi aku keceplosan...
“Anjrit, anjrit, bibi guru, aku harus pergi dan memberitahu mereka tentang ini!”
Bibi menghela napas dan berkata “Aku tidak kepikiran kalau bocah itu sangat pintar menarik perhatian para pria. Aku tidak habis pikir, dia bahkan bisa sampai mempersona tuan muda anak dari pemilik keluarga Liu dari Nan Jing.”
“Keluarga Liu? Keluarga Liu yang mana? Liu Zongyuan?”
“Liu Qingguan, orang yang menyinggung Ximen Chuideng pada masa lalu, yang diburu oleh sekte iblis dan harus membakar vila Qianliu di Hang Zhou. Dia lalu mengasingkan diri di Nan Jing, dan hanya muncul kembali ke dunia silat setelah sekte demon runtuh. Dia memiliki banyak koneksi dengan pejabat tinggi negara pada beberapa tahun ini. Dia sudah hidup tenang sekarang.”
Oh! Aku ingat Vila Qianliu!
Pada saat itu, ketika aku ke Hang Zhou dengan guru.
Dia pergi ke daerah selatan Hang Zhou, sementara aku ke arah utara.
Dia pergi mencari sarang wanita, sementara aku pergi ke sarang penyamun.
Aku melakukan pertempuran besar dengan para bandit malam itu, dan sangat lelah. Aku mengalahkan 70 bandit sementara dia menghabiskan seharian menggoda para gadis....
Setelah itu, aku pergi ke Vila Qianliu untuk istirahat.
Liu Qingguan menunduk hormat pada guru, jadi aku kira dia punya posisi senioritas yang sama denganku. Waktu itu, kakek Liu memperlakukan kita dengan baik menggunakan kekayaannya dari hasil korupsi.
Aku ingat kita minum 500 gelas alkohol bersama sama. dan tidak lama, keluarganya terkena masalah. Aku tidak pernah melihat dia sejak saat itu.
Aku ingat dia hanya punya satu anak, dan karena... Ya bagaimanapun, saat ini adalah akhir dari keturunan keluarga dia.
Aku tiba tiba mendengar namaku.
“Apakah Ming Feizhen hadir?”
Sepertinya sudah waktunya. Aku menarik bibi guru kembali ke lokasi ujian, dan memang benar, mereka memanggil namaku. Aku dengan cepat memasuki tempat ujian, dan menunduk ke 4 arah lalu berkata “Terimakasih sudah memberi kesempatan untukku disini, mohon bantuannya.”
“Kau tidak disuruh untuk menampilkan pertunjukan bela diri, jadi tidak perlu pakai hormat. Tahap ini adalah ujian intelektual.”
Apa?
Intelektual? Jadi ada elemen ilmu pengetahuan?
I Atau ‘3 Karakter Klasik’, apakah itu dihitung? (Tiga ilmu yang dipelajarin anak tiongkok)
“Walaupun ini adalah tes intelektual, kita tidak akan menguji kemampuan menulis dan puisi. Kita di Liu Shan Men menghargai kemampuan untuk beradaptasi dan kemampuan untuk menghadapi masalah. Baiklah, ini ada beberapa pertanyaan yang akan kita tanyakan padamu, kau hanya perlu menjawab. Apakah kepala penguji bersedia?
Semua omongan besar itu, dan kau hanya pesuruh..?
Seorang pria muda berbusana kasual seperti tuan muda dari keluarga besar duduk. EH? Bukankah pria ini... Pria yang gagal menyatakan cintanya barusan? Master Liu?!
 “Ming Feizhen adalah nama yang langkah.” Dia meninjau aku seperti menganalisa badanku menyebabkan sekujur bulu di badanku berdiri.
“Badanmu tidak jelek.”
Tidak jelek, palamu!!
Aku mengencangkan pantatku rapat rapat setelah dia memuji aku.
Aku jamin dia bukan mengecek barangku, itu adalah tatapan pemburu! Pria ini pengen sama aku!
Dia terus mengecek aku, tapi setelah itu menghela napas dan berkata “Tapi kau tidak terlihat spesial sama sekali.”
Kenapa aku merasa aku harus lari secepat mungkin untuk nyawaku, disaat yang bersamaan aku rasanya seperti hancur...?


4 comments:

  1. njay maho hahahahahahah, yang bener aja?

    ReplyDelete
  2. min lanjutin, min, tetep semangat

    ReplyDelete
  3. foid-saaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan, chapter lanjutannya kapan?

    ReplyDelete
  4. Yang tl lagi sibuk pake banget. Jadi bersabarlah

    ReplyDelete