Beautiful flowers have thorns, and there’s nothing more expensive than what’s free [A Place To Share My Obsession]

Wednesday, October 24, 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Chapter 1 - BEING SAMMONED PART 4


Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Chapter 1 - BEING SAMMONED PART 4
-----------------------------------------------------------------------------

---------------------------------
PENERJEMAH: ADD-SAM
EDITOR: RENA- SAMA (MUNGKIN)
PROOFREADER: VOID-SAMA
---------------------------------




[.....<> adalah kemampuan yang luar biasa tapi...  aku tidak bisa menerimanya!. Hal seperti itu....]

[Aku juga sama! Aku tidak ingin di perbudak oleh makhluk yang kupanggil!!!]

Rem dan Shera berteriak.

Takuma berpikir

---- Aku punya perasaan bahwa meninggalkan dua orang yang kecewa seperti ini akan menjadi buruk.

Sekarang takuma telah berhasil memperbudak keduanya.



Bagaimanapun, <> di cross reverie adalah kosa kata pertama yang muncul dalam penjelasan setting, dan bukanlah sihir yang bisa di gunakan kapanpun oleh pemain.

Keberadaan kuat telah di panggil ke dunia ini sebagai makhluk panggilan, dari sudut pandang mereka, mahluk yang akan dengan senang hati melakukan apapun yang di perintahkan kepada mereka. Summoned beasts adallah Mahluk yang tidak akan melawan bagaimanapun mereka di perlakukan, mahluk yang seperti di galam game.

Makhluk yang di panggil [bukahlah makhluk yang taat seperti dalam game]. Itulah kenapa hal-hal mengenai efek dan batasan <> menjadi tidak jelas. Setidaknya tiba-tiba mengabaikan dan memberontak--- metode semacam itu tidak ada.

Tempat dimana dia berada, tampaknya dunia yang sangat mirip dengan cross reverie. Itu mungkin hal yang berbeda, selama ini bukan mimpi.... ini dunia lain, hanya saja jenis efek apa yang di miliki oleh <>--- dengan beberapa kemungkinan, mungkinkah ada cara lain untuk membatalkan pemanggilan? Jika ada itu akan menjadi hal yang buruk.

Menurut game, monster yang di panggil di ubah menjadi item ketika mereka tidak di panggil.

 --- Lalu akan “menjadi item” seperti apa?, mengikuti game maka makhluk yang di panggil akan menjadi kristal. Dia tidak berpikir bahwa hal-hal akan berakhir dengan aman ketika dia menjadi kristal.
Sementara mereka memiliki kalung budak yang terpasang dia harus memberi perintah untuk menolak item ification. --- pertama-tama aku akan menanyakan apakah perbudakan bisa di batalkan.

[Oi kalian! Bisakah kalian membatalkan sihir yang kalian gunakan sendiri?]

Dua orang yang saling berteriak secara bersamaan terlihat terkejut. Rem menyipitkan matanya.

[..... Jika bisa sudah kami lakukan dari tadi. Karena itu adalah sihir yang tidak bisa di batalkan, kami tidak tahu caranya. Jika kami pergi ke kota mungkin akan menemukan jalan tapi.... atau mungkin... jika tuanya mati maka perbudakan akan di batalkan]
[Hou?]

Suaranya sedikit terkejut. Meskipun dia telah memainkan peran raja iblis untuk beberapa tahun, membalas dengan [Hou] adalah yang paling banyak dia lakukan. Namun rasanya itu cukup efektif.

Rem mengejang.



[.... Hanya itu cara yang tersisa. Jika kami memiliki kekuatan untuk mengalahkan mu maka tidak ada artinya memanggil mu. Aku tahu.... bahwa tidak mungkin untuk mengalahkan mu]


Itu adalah suara yang sangat ketakuatan.

Karena peran raja iblis yang di mainkan sampai sekarang hingga menunjukkan kekuatan magic reflection, untuk rem dan shera takuma tampaknya di gambarkan sebagai “makhluk yang sangat kuat”. Karena itu suara gemetarnya mungkin di anggap sebagai “Kemarahan”. Dia lega bahwa dirinya yang asli tidak diketahui.

---Apakah aku kuat saat ini?

Tentu saja, <> telah aktiv tapi, satu-satunya hal yang di ambil dari game adalah equipment... ada kemungkinan semacam itu. Dalam game takuma telah mencapai level maksimum “150”, menguasai berbagai sihir element, berpetualang untuk melakukan penelitian dan akhirya menjadi yang terkuat sebagai “Raja Iblis”.

Namun, tanpa jendela menu dan icon dan juga berada dalam kondisi dimana ia tidak bisa melakukannya memakai mouse dan keyboard, ada kemungkinan ia tidak dapat menggunakan sihir, tidak bahkan walaupun dia dapat menggunakan sihir....

---Jika tingkat rata-rata level dunia ini sekitar 150 itu akan menjadi hal yang buruk. Dengan kata lain apa yang dia butuhkan untuk mesmatikan kekuatannya adalah kekuatan relatifnya.

Dibanding dengan yang lain dan monster, seberapa kuat dia?, perlu untuk melihat orang lain di dunia ini--- , reaksi keduanya.

[Oi kalian....]

Gadis elf nampak masam.

[Argh! Barhenti memanggil kami dengan panggilan “Hei kau, Hei kalian”! karena aku memiliki nama yaitu Shera L. Greenwood yang jenius!]

---Nnn? Greenwood?

Itu adalah nama yang terasa tidak asing baginya, yang dia lihat di suatu tempat dalam setting cerita. Hampir keluar dari lidahnya tapi itu tidak terjadi.

[Hmm .... Saat ini “kalian berdua” cukup! Jangan memarahiku dengan berbagai omong kosong!]
[Ughh... A-aku mengerti]

Tampaknya itu akan menjadi waktu yang lama sebelum peran raja iblisnya menghilang. Namun suatu hari pasti akan datang dimana dia harus menampilkan kekuatan aslinya dan dia harus segera mengkonfirmasi kekuatannya.

Karena startfall tower hanya untuk tempat pemanggilan saja itu sempit. dia tidak bisa tidak khawatir apakah terlalu lemah atau terlalu kuat?, jika serangan sihirnya terlalu kuat dan menyebar keluar dua orang ini dan dirinya mungkin akan terjebak.

[Apakah ada monster sekitar sini?]
[.........Hanya sebatas binatang yang di usir dari hutan... meskipun ada lebih banyak di sekitar kota.]

Takuma merasa lega.

Berada dalam kondisi dimana ia tidak mengetahui  apapun tentang kekuatannya, dia tidak ingin tiba-tiba melakukan pertempuran. Jika dia berperilaku ragu-ragu rem dan shera akan menjadi curiga terhadap kemampuannya.

Dia membutuhkan sesuau yang cukup kuat.

[Hmm.... jadi tidak ada monster ya. Tempat yang membosankan.... ya, tidak apa-apa. Kurasa aku akan mengujinya dengan batu atau sesuatu yang tergeletak]

Menuju tangga, dia mulai berjalan. Ingatannya tidak jelas tapi dia lega bahwa ada tangga yang mengarahkan kemana ia akan pergi.

[Tunggu! Jangan pergi seenaknya dong! Kau adalah makhluk yang kupanggil kan?]

Terdengar suara shera di belakang, rem bergumam.

[......hey dia bukankah makhluk kau yang panggil!]

Dengan langkah kecil dan cepat rem berjalan di samping takuma. Dia mendongak dengan mata seperti kucing.

Gadis bertelingan kucing. Tidak, ya untuk jelasnya dia punya telinga panther. Ya bagaimanapun juga dia adalah pantherian, dia tidak berekspresi tapi karena itulah dia membuat kesan kesetiaan dari hewan kecil.

---Begitu manis.

Dia mendorong godaan ingin menepuk kepalanya. Aku ingin mencoba untuk meraih telinga itu!, namun raja iblis tidak akan melakukannya sesuatu seperti menepuk, mencubit, atau mencolek  gadis imut.

Dari belakang, suara langkah kaki shera semakin dekat, ketika dia melihat bukan hanya rambut pirangnya yang indah, payudara yang memiliki ukuran yang tidak dapat di bayangkan mulai berayun.

--MANTAP!!!

Dengan nafsu baja, dia mengalihkan pandangannya. Dengan suasana yang memang seperti seorang raja iblis dia berjalan seolah memimpin keduanya. Namun, saat ini kenyataannya adalah bahwa jika sebuah insiden terjadi dia harus bergantung pada gadis-gadis itu.



No comments:

Post a Comment