Beautiful flowers have thorns, and there’s nothing more expensive than what’s free [A Place To Share My Obsession]

Saturday, October 27, 2018

29-Years-Old Bachelor Ch.4




Ch.4 Aku memakan sesuatu yang sangat enak di hari pertama.
------------------------------------------------------------------------- 
 -----------------------------

Penerjemah: Setyan
Editor: Void-Sama
-----------------------------



“Pertama – tama, coba tenangkan dirimu.” (Taichi)
“Y, ya… maaf…..” (Gadis berambut merah)

Gadis berambut merah itu menundukan kepalanya dengan perasaan sedih.

Dan setelah itu, kami berdua pergi dari tempat berlatih dan duduk di bangku bar di dalam guild.
Gadis berambut merah itu meminum jus (yang aku beli) dengan perlahan.

“Baiklah, apa maksud dari semua ini, jika kamu sudah tenang bisakah kamu memberi tahuku?” (Taichi)
“Erm… aku baru saja menjadi petualang beberapa waktu lalu, tapi aku terlalu takut untuk berburu monster sendirian. Tapi ketika aku mencoba bergabung dengan beberapa party…….” (Gadis berambut merah)




Dia terlihat menyedihkan dengan penjelasan tersebut.
Yah, dengan itu aku sudah medapatkan intinya.


“Dan itu tidak berjalan dengan baik, iya kan? (Taichi)
Ya… Ada beberapa dari party yang membiarkanku bergabung tapi…..” (Gadis berambut merah)
“Mereka juga punya maksud yang tersembunyi bukan?” (Taichi)
“Benar, tapi aku selalu dapat melarikan diri, walau nyaris sih.” (Gadis berambut merah)


Dia mendesah setelah membalas pertanyaanku.
Alasannya pasti karena dia imut, itulah yang membuat hampir semua pria memiliki satu atau dua maksud tersembunyi di dalam pikiran mereka.
Dan kau tahu dia itu terlihat lemah, dan jika dia ingin memintamu untuk membawanya keluar kota, ke tempat yang tidak ada orang lain.
Lalu, jika pikiran mereka tertutupi dengan nafsu, maka dia tidak akan bisa melawan.
Mereka hanya tinggal mengepungnya, dan semuanya berakhir.



“Lalu kenapa aku? Walau aku merasa senang – senang saja, tapi aku juga laki – laki loh, aku mungkin akan melakukan sesuatu yang buruk kepadamu juga, kau tahu itu.” (Taichi)


Gadis ini, bagaimana caramu dapat bertahan hingga sekarang ini?
Dia adalah tipe perempuan yang akan ditipu dan dicabuli, lalu dibuang setelahnya.


“Tidak masalah! Aku peka terhadap hal – hal seperti itu! Dan juga seseorang yang mengatakan hal hal seperti ini tidak akan melakukan apa yang dia bicarakan!” (Gadis berambut merah)


Dan kau berkata seperti itu di depan wajah orang itu?

“Lalu? Terimakasih
telah mempercayaiku, tapi aku tidak bisa mempercayaimu.”(Taichi)

Aku juga ingin (orang dunia ini) untuk menjadi temanku.
Tapi bukankah obrolan ini berjalan terlalu lancar? Ini tidak seperti dalam hal – hal yang berbau eroge, kan?
Ou… Aku harus membantu gadis kecil lemah ini! Hanya seperti itu?


“Kau tidak perlu khawatir, gadis ini bisa dipercaya, aku dapat menjamin dirinya.” (Ulz)

Pak tua Ulz juga memberi dia bantuan.
Dia juga sudah meminum ale di sebelah meja kami, apakah dia menganggap malam sudah tiba?
Tapi jika ada pekerja guild yang menjamin dirinya, aku dapat mempercayainya seidikit.


“Aku paham, tapi mengapa aku? Aku ingin sebuah penjelasan.” (Taichi)
“Yah, kau mahir dalam menggunakan pedang dan tongkat, juga dapat menggunakan sihir? Aku melihatmu menjalani tes siang tadi, dan itu menakjubkan ketika kau bertarung secara seimbang dengan beberapa petualang Tingkat C di waktu yang bersamaan, jika itu adalah pemula biasa seperti diriku, dengan beberapa detik aku akan merasa takut.” (Gadis berambut merah)


Begitukah? Aku memperlihatkan pandangan penuh tanya ke pak tua Ulz, dan dia mengangguk mengiyakan jawaban itu.



“Bahkan jika kau seorang pengguna sihir, biasanya itu akan memakan waktu 10 detik untuk membaca mantra, dan juga seseorang yang mahir dalam menggunakan pedang dan sihir seperti dirimu lumayan langka. Seseorang sepertimu selalu dicari.” (Ulz)


Bagitu ya.
Aku hanya Lv. 2 dan aku yang sekarang hanya berada di uncommon level.
Jangan terlalu percaya diri, diriku. Itu akan membawamu masalah nantinya.


“Aku baru paham sekarang, maaf telah mencurigaimu. Aku baru saja datang dari pinggiran kota, jadi aku tidak terlalu paham akan kebiasaan disini jadi aku hanya bisa mengambil pencegahan. Aku Taichi, senang bertemu denganmu.” (Taichi)


Aku menawarinya sebuah jabat tangan, dia membalasku dengan wajah penuh senyum dan menjabat tanganku.


“Aku Marl! Mohon bantuannya mulai dari sekarang!” (Marl)



Sangat ceria, hanya dengan menonton ini adalah sebuah kebahagiaan.
Pak tua Ulz yang melihat ini berakhir dengan baik, berjalan menjauh ke meja lain.
Jadi Kau bisa membaca suasana, hah? Orang tua.

“Ngomong – ngomong, dimana kau tinggal, Taichi-san. Aku tinggal di penginapan dekat guild ini.” (Marl)
“Aku tinggal di “Burning Golden Bed”, dekat Central Plaza. Pak tua Ulz yang menyarankan tempat itu kepadaku, 1 malam disana dengan sarapan seharga 2 koin perunggu besar dan 5 koin perunggu. Jika kau mau mendapatkan makanan selain sarapan maka kau dapat membayar 3 koin perunggu, kau akan mendapat 1 makanan utama dengan roti dan sup untuk tambahannya. Aku pikir kau akan puas dengan kualitas dan kuantitasnya.” (Taichi)
“Ummm…. Harga sewanya lebih mahal, tapi soal makanan rasanya lebih baik. Bagaimana dengan kamarnya?” (Marl)
“Kamarnya bersih, sprei kasurnya juga bersih, kunci pintunya kencang dan ruangannya juga bisa dikatakan besar.” (Taichi)
“Kalau begitu besok aku akan pindah kesana, apakah kau bisa memberi tahu mereka?” (Marl)
“Yeah, aku akan memberi tahu mereka. Tapi bagaimana dengan jadwal untuk besok? Besok pagi, aku akan membeli beberapa barang untuk kebutuhan harian, dan melihat beberapa quest di sini.” (Taichi)
“Jika tidak merepotkan, bisakah aku ikut? Aku dapat menunjukkan jalan sekitar kepadamu.” (Marl)
“Bagitunya? Baiklah aku akan menerima tawaranmu. Jujur, aku merasa cemas ketika berjalan sendirian.”(Taichi)
“Taichi-san kan kuat, bahkan jika kau dikelilingi oleh banyak preman, kau dapat menangani mereka dalam sekejap.” (Marl)
“Tolong hentikan pujianmu, kamu melebih – lebihkan diriku terlalu banyak.”(Taichi)


Jika kau melihatku dengan mata penuh kekaguman seperti itu, aku akan merasa malu.
Itu hanyalah kekuatan yang berasal dari cheat.
Kekuatan itu tidaklah datang dari kerja keras.


“Dan apa yang akan kau lakukan setelah ini?”(Marl)
“Ah, selarut ini? Aku berpikir untuk menggerakan tubuhku sedikit. Benar, adakah tempat pemandian atau seseatu seperti itu di sekitar sini?” (Taichi)


Dan aku baru ingat bahwa di penginapan juga tidak ada kamar mandi.

“Disini ada satu, tapi itu berada di distrik utara, jika petualang miskin seperti kita pergi ke sana, mereka akan diusir.” (Marl)
“Yah, itu sangat mengecewakan.” (Taichi)
“Tapi di belakang tempat berlatih, di sana ada tempat untuk membasuh dirimu. Petualang sering pergi kesini untuk membasuh keringat mereka setelah berlatih.” (Marl)
“Aku mengerti, aku akan keluar untuk membeli beberapa handuk dan beberapa pakaian cadangan.” (Taichi)
“Mereka juga menjual barang kebutuhan sehari – hari untuk petulangan di konter.” (Marl)


Beneran? Guild petualang ternyata sangat memudahkan.
Kemuda aku pergi kesana dan membeli beberapa handuk murah, celana pendek, dan sabun.
Barang – barang itu menghabiskan 3 koin perunggu, sabun adalah barang yang mahal.





Setelah itu, aku kembali berlatih.
Sekarang adalah waktunya berpedang.
Jika musuh terlalu dekat dan quarterstaff tidak berguna, jadi pedang adalah pilihan yang terbaik. Alasan yang sama juga berlaku jika kau bertarung di dalam tempat yang sempit seperti gua.



“Marl, senjata manakah yang biasa ka
mu gunakan?” (Taichi)


Aku mencoba bertanya kepada Marl yang sedang menonton diriku berlatih di dekat tempat ku berlatih.
Matanya bergerak ke sana ke mari dengan gelisah.


“Ehh…. Pedang, mungkin?” (Marl)
“Apa itu dengan ‘mungkin’………. Kalau begitu coba pegang pedang kayu ini, bagaimana dengan itu, kau tahu cara menggunakannya, ya kan?” (Taichi)


Aku mendapatkan perasaan yang tidak enak.
Marl, yang sedang memegang pedang menghadap ke arah aku.
Tapi pinggangnya bengkok dan gemetar.


“Pertama, coba serang aku.” (Taichi)
 “Y, Yaaa!! TAAAA!!” (Marl)


Dia lebih cepat daripada yang kukira.
Tapi dia tidak menggunakan pinggangnya sebagaimana mestinya, dan serangannya lambat.
Aku dengan mudah menghindar ke samping dan memukul pundaknya dengan pedang kayu yang aku pegang.


“Auu” (Marl)
“Pinggangmu menunduk terlalu banyak, cepat dan serang lagi!” (Taichi)
“U, Wahhhhh” (Marl)


Sekarang, dia berlari ke arahku sambil mengayunkan pedangnya dengan asal.
Hey, hey, matamu tertutup. Aku bergerak ke samping dan menjegal kakinya.
Dia jatuh ke lantai dengan wajah terlebih dahulu.


“…….. Mari lupakan apa yang kita pernah bicarakan sebelumnya.” (Taichi)
“Tunggu tunggu tunggu tunggu!! Kau akan meninggalkanku disini!?”(Marl)


Marl melempar pedang kayunya dan menempel ke kakiku.
Membiarkan seorang gadis menempel di kakimu ketika dia menangis itu memalukan, tapi tidak, jangan hitung aku.

“Aku tidak punya waktu untuk berjalan dengan sebuah beban. Berhentilah menjadi petualang dan pulang ke rumah.”(Taichi)
“Uwahh, kau tidak punya perasaan! Kau sangat baik kepadaku sebelumnya tetapi sekarang kau mencoba meninggalkanku!?”(Marl)


**Bisik, bisik** Tempat latihan sekarang berada dalam keributan.
Ada beberapa dari orang itu yang mengetahui ceritanya dan memberi sebuah tatapan paham.
Juga ada orang – orang yang melihat wajah Marl yang melas dan memberiku wajah menghina yang seperti mengatakan ‘Pecundang matilah!’.
Kepalaku sakit.
Aku menggertakan gigiku dan mencoba menahan keinginan untuk memukul kepalanya dengan tinjuku.
Aku menarik Marl menggunakan mansetnya.
Tinggi Marl hanya sekitar 150cm dan diriku sekitar 175cm, tinggi kami berbeda satu kepala.

“Dengarkan aku, Marl. Aku dapat menggunakan pedang, tongat, dan juga sihir walau itu adalah hari pertamaku sebagai petualang. Dan lagi aku akan memanjat lebih tinggi dan tinggi dan di saat itu aku tidak akan memungkinkan untuk menghindari bahaya, kau mengerti kan?” (Taichi)


Marl mengangguk dengan wajah penuh air mata.
Ugh, serangan mental, itu curang Marl.


“Dan jika saat itu datang, apakah kau dapat melindungi dirimu sendiri? Maaf, tapi aku tidak cukup kuat untuk menolong seseorang yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri.” (Taichi)
“I, Itu….” (Marl)
“Dan satu hal lagi, seorang anggota di dalam kelompok itu seharusnya setara. Aku dapat menjamin keselamatanmu, tapi apa yang akan bisa kau lakukan untukku?” (Taichi)
“Me, Mengangkut barang…. “m (Marl)


Aku mengeluarkan quarterstaff milikku dari inventory di depan matanya, dan mengeluarkan perlengkapan berpetualang, dan menaruhnya kembali ke dalam inventory.
Penonton di sekitar memberi tepuk tangan ketika melihatnya, tapi ini bukanlah waktu untuk memikirkannya.

“Seperti yang kau lihat, aku juga dapat menggunakan Treasure box. Pengangkut barang tidak dibutuhkan.” (Taichi)
“La, Lalu bagaimana dengan pekerjaan rumah….” (Marl)
“Apakah kau berpikir, hanya dengan mengerjakan pekerjaan rumah kau akan mendapat bagian hadiah dari mengalahkan monster, apa menurutmu itu layak?” (Taichi)


Marl tertekan oleh perkataanku, dia dengan diam dan menunduk kebawah.
Dapatkan kau mengerti kesimpulannya sekarang? Keduanya, dari tatapan paham dan hinaan sudah berkurang.
Teori milikku rasanya telah dimengerti oleh mereka. (penonton)

“Lalu…” (Marl)
“Lalu?”(Taichi)


**guman, gumam** Aku tidak dapat mendengar gumamannya, jadi aku bertanya.
Aku seharusnya tidak bertanya kepadanya, aku seharusnya langsung pergi menjauh.
Marl mengepalkan tangannya dan mengangkat wajahnya dan melihatku tepat di wajah.


“Lalu jika Taichi-san dapat menjamin keselamatanku, aku akan memberi Taichi-san segalanya!!!” (Marl)


Lalu semua senior di sekitar
kami, mengambil pedang kayu dan berjalan ke arah ku.
Tidak lagi, gadis ini.




Setelah percakapan yang mengejutkan 30 menit yang lalu, aku menaruh kepalaku di atas meja di konter informasi guild.
Tolong lakukan sesuatu.
Tolong lakukan saja seseuatuuuuuuuuu.


“Ukukuku………..Gahahahahahahaha! Kau memiliki banyak nasib sial!!”(Ulz)

Pak tua Ulz tertawa terbahak – bahak sembari memukul – mukul punggungku.
Aku akan membuatmu menangis suatu saat, pak tua sialan.
Sedangkan Marl yang menjadi sumber semua ini, pulang ke penginapan yang di tinggalinya untuk mengemas barang dan pindah ke penginapan di mana aku tinggal.
Aku? Aku hanya mendapatkan beberapa nasehat dari senior yang tersenyum setelah Marl pergi keluar.

“Aku mendapat sebuah beban sekarang.”(Taichi)
“Walaupun kau berkata itu adalah sebuah beban, tapi dia cukuplah baik, kau tahu?” (Ulz)
“Dia bahkan tidak dapat memegang pedang. Bisakah dia menggunakan sihir?” (Taichi)

Terlihat seperti beban total.

“Dia tidak dapat bertarung tapi dia cukup berpengetahuan, dan juga cerdik.”(Ulz)


Benarkah?
Jika kau tidak cocok untuk bertarung, kenapa kau tidak menjadi sesuatu seperti intel atau yang lainnya?

“Maaf untuk membuatmu menunggu!” (Marl)

**Pan!** Marl membanting pintu guild hingga terbuka.
Ah, um, sangat bersemangat.


“Mari bergegas dan pergi, barang bawaanku berat.” (Marl)

Ketika aku dipanggil dirinya, aku bangun dari tempat dudukku dan mengambil barang bawaannya.

Itu berat persis seperti yang dia katakan.
Kenapa barang bawaan wanita harus selalu berat dan banyak?

“Mari pergi.”(Taichi)
“Y-Ya!”(Marl)

Dia tersenyum gembira dan mengikuti aku.
Aku mendengar sorak sorai di belakang latar tapi aku hanya menghiraukan itu.
Karena jika aku tetap disini, aku tidak akan bisa membujuk dia.

Bagaimana cara aku mengatakan ini, aku seperti sedang bermain catur dan mulai terpojokkan.

Ketika kami pergi meninggalkan guild, langit sudah berubah menjadi merah dan sebentar lagi hari akan berganti menjadi malam
Perdagangan telah berakhir untuk hari ini, pemilik toko sedang menutup toko mereka.
Tempat bar menyalakan lampu mereka dan mengundang orang untuk masuk.
Ekspresi apa yang aku tunjukkan saat ini?
Dan ketika aku melirik kepadanya, mata kami saling bertemu.
Wajahnya merona sedikit dengan kegembiraan dan tersenyum malu – malu,

Sial!! Terlalu imut!!!!!!
Kami tidak memiliki apapun untuk dibicarakan, jadi kami berjalan dalam diam sampai kami sampai ke penginapan Burning Golden Bed.

“Selamat datang kembali.” (Orang tua penginapan)

Ketika kami masuk, pemilik penginapan menyapa kami.
Dan ketika dia melihat Marl yang berada di sampingku, dia membuat wajah [HMM?].
Lalu Marl melangkah kedepan, memilih kamar heh?
Dia perlu menaruh barang bawaannya di sini benar kan.

“Mulai hari ini, aku milik Taichi-san! Jadi aku “Apa sih yang kamu bicarakan.” Itu SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT” (Ma(Taichi)rl)


Aku menjambak kepalanya dari belakang.
Aku tidak bisa membiarkan dia memimpin pembicaraan, aku perlu meingingat hal ini.

“Pemilik-san, aku meminta maaf tapi dia akan tinggal di sini mulai dari sekarang, jadi tolong carikan dia kamar” (Taichi)
Ah, aku ingin ruangan yang sama dengan Taichi-san—SAKIT SAKIT!” (Marl)
“…… Apa mau kamar terpisah? Kami juga memiliki kamar dobel.” (Orang tua Penginapan)
“Aku ingin kamar itu--! ITU BENERAN SAKITTTT! TOLONG HENTIKHAN!!” (Marl)
“Kamar yang berbeda untuknya itu bagus! Kami akan pergi untuk makan malam, jadi aku akan meninggalkan barang bawaan ini kepadamu. Kami akan pergi makan!” (Taichi)

Lalu aku, yang masih menjambak kepala Marl menarik kepalanya ke dalam ruang makan.
Walaupun kami mendapatkan banyak perhatian tapi itu bagus, aku tidak peduli lagi.

“Uuu.. Kepalaku sakit, jahat.” (Marl)
“Aku memiliki segunung hal untuk dibicarakan kepadamu…. Pinea! Beri aku 2 porsi makanan dengan minumannya!” (Taichi)

Pinea yang masih sibuk menjawab dengan [Baiklah], dan pergi ke dapur.
Marl melihat itu dengan rasa tertarik.

“Mari kita dengarkan tentang rencana jahatmu dulu. Jawab aku dengan benar, Kenapa aku? Di luar sana masih banyak orang kuat benar?” (Taichi)


Walaupun Pak tua Ulz mengatakan bahwa aku dapat mempercayainya, tapi aku benar – benar tidak bisa.
Tak tahu apa yang akan dia katakan, tapi pastinya dia sedang menyembunyikan sesuatu.

“Taichi san bukanlah kesatria atau tentara bayaran yang telah pensiun kan?” (Marl)
“Itu benar, tapi jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.” (Taichi)
“Baiklah, kau tidak memiliki pengalaman apapun tapi kau sudah kuat seperti ini. Ini bukanlah hal yang biasa, semua yang melihatnya akan menyadarinya segera bahwa kau adalah orang yang penuh bakat.” (Marl)

Untukku yang masih tidak tahu akan standar dunia ini, tidak bisa membenarkan atau menyanggah pendapat dirinya. Bahkan di dalam nalarku ini tidaklah mungkin tapi kan ini dunia lain.

“Lalu kenapa hadiah yang kau bicarakan adalah memberi semua yang kau miliki kepadaku? Itu pastilah hal yang tidak normal, coba pikir tentang akal sehat. Dan apa yang membuat gadis muda di umurmu untuk berpikir memberikan segalanya ke seorang pria? Walaupun aku telah mengatakannya di tempat latihan, tapi aku jugalah seorang pria.” (Taichi)
“Jika pertolongan dari Taichi-san dapat membuatku menjadi petualang, maka Taichi-san dapat menikmati tubuhku sampai kau puas setiap hari. Jika kita berdua untung maka itu adalah situasi yang sama – sama menguntungkan benar kan?” (Marl)
“Apakah kau meras tidak malu!? Dan kau menawarkan dirimu, hal ini sunggulan sangat mengejutkan!” (Taichi)


Ketika kami berbicara, Pinea menaruh nampan di atas meja sambil berkata [Silahkan nikmati--] dan pergi.

“Untuk catatan, aku tidak pernah bilang kepada siapapun sebelum, Taichi-san aku masihlah perawan!” (Marl)
“Diamlah!” (Taichi)

Aku menggulung pasta menggunakan garpu.
Kepalaku sakit lagi.

“Kenapa coba bahwa kau sebegitu ngototnya menjadi petualang? Kau bahkan dapat menjual dirimu, jadi kau dapat memberiku alasan, jika tidak, aku tidak bisa mempercayaimu.” (Taichi)

Menu makan malam adalah sebuah makanan seperti pasta Neapolitan dan sup dengan salad.
Dan juga minumnnya adalah sesuatu yang belum pernah kuminum sebelumnya.
Minuman itu tidak terlalu pahit dan juga memiliki aroma buah – buahan,
Aku tidak pernah meminum minuman berakohol di duniaku sebelumnya, tapi apakah ini ale? Aku dapat merasakan kadar alkoholnya.

“Sebenarnya aku adalah seorang putri dari sebuah negara yang agak jauh dari sini.” (Marl)
“Heh—-“(Taichi)


Aku membalasnya ketika aku sedang memasukkan salad ke dalam mulutku.

“Aku berada dalam umur yang dapat menikah 2 tahun lalu, jadi ada perihal tentang perjodohan. Tapi mempelai pria yang berasal dari negara tetangga memiliki rumor sebagai playboy.” (Marl)
“Ho—Jadi kau tidak menyukai itu, lalu kau pergi dari kastil dan menjadi petualang yang telah kau impi – impikan, bukan?” (Taichi)


Aku sudah banyak mendengar hal ini.
Sebuah plot, plot.

“Bagaimana kau mengetahui itu Taichi-san! Itu dia, benar! KEKUATAN seorang petualang! Biarkan aku lanjutkan karena aku tidak ingin kembali, jadi aku ingin bersama dengan Taichi-san yang memiliki masa depan yang cerah, jika itu berjalan dengan lancar kita bisa membangun sebuah pondasi hidup!” (Marl)
“Itu berakhir sama seperti sebelumnya!? Dan jika kau benar – benar seorang putri seperti yang kau katakan, jika aku menaruh tanganku kepadamu bukankah itu GAME OVER buatku!” (Taichi)
“Kau tidak perlu berpikir terlalu benyak tentang itu, dan jika kita berbicara tentang mimpi tertinggi dari seorang petualang bukankah itu untuk mendapatkan seorang putri dan menjadi seorang raja, iya kan?”(Marl)
“Cerita tentang mendapatkan seorang putri di kota pertama dan di hari pertama, aku tidak mendengarnya sebelumnya!!!”(Taichi)

Aku berteriak dan menggebrak meja, mugnya terbang sedikit di atasnya.
Maa, bukannya aku tidak senang dengan Marl.
Mata penuh tekad, Rambut merah yang diikat seperti ekor kuda yang terlihat menggantung.
Tinggi yang lebih pendek dariku sekepala, payudaranya berada di ukuran yang sederhana sesuai dengan kesukaanku.
Wajahnya, tingkahnya, gayanya, semuanya mengenai sasaran sesuai dengan tipeku.

“Bagian mana yang kau tidak merasa puas denganku!? Itu aneh karena aku berkata ini kepada diriku sendiri, tapi aku merasa percaya diri kalau aku itu cantik!” (Marl)
“Ini adalah pertama kalinya seseorang menilai dirinya sendiri sebagai seseorang yang cantik!” (Taichi)

Apakah kau pelaut yang mengenakan jubah. Marl yang telah selesai memakan pasta memesan sesuatu dari Pinea.
Pinea membuat wajah terkejut tapi tetap membisikkan sesuatu ke Marl, lalu dia menyengir sebelum pergi kembali ke konter.
Untuk apa hal itu, baiklah terserah.

“Walaupun seperti itu, kau tidak bisa menjadi petualang dengan alasanmu tadi, kau akan mati. Menurutlah dan pulang ke rumah. Di sana juga ada sebuah keluarga yang menunggumu pulang.” (Taichi)
“Aku tidak akan kembali, setidaknya dalam 3 tahun ini, karena setelah 3 tahun berlalu, adik kecilku yang akan berada di usia menikah. Jadi aku akan mengirimnya sebagai mangsa ke pangeran playboy itu sebagai gantinya.” (Marl)
“Kau lebih buruk daripada yang aku pikirkan!?” (Taichi)


Aku tsukomi Marl yang bisa menceritakan cerita seperti itu dengan wajah datar.
Dan kemudian Pinea menaruh seseuatu yang terlihat seperti botol whiskey di atas meja.
Itu adalah cairan merah muda tranparan, dengan aroma yang manis.

“Yah, Baiklah, hanya ambil seteguk.” (Marl)

Kemudian Marl menuangkannya.
Ini seperti alkohol, tapi lebih mudah untuk di minum.
Aku dapat merasakan rasa manis yang lembut, ini lebih seperti jus daripada liquor. (minuman keras)

“Ini mudah untuk di minum, apa ini.” (Taichi)
“Ini disebut nektar, ini mudah untuk di minum kan?” (Marl)


Marl memberitahuku sambil tersenyum nakal.
Jika kau tersenyum seperti itu dan diam kau terlihat lebih imut.
Sial, sangat curang.


“Bagaimanapun keadaannya aku tidak akan menyentuhmu dan tidak akan bekerjasama denganmu. Dan lain kali jangan lakukan ini, kau akan kesusahan suatu saat nanti.” (Taichi)
“Seperti?”(Marl)
“Hal ini, yang kau lakukan, makan dan minum bersama seorang pria hingga mabuk, kau akan menyesal jika seseuatu terjadi.” (Taichi)


Mu, ketika aku menyadarinya, mug milikku telah kosong.
Dan kapan aku akan mengisi ulang ini, Marl lakukan itu untukku.
Senyum memenuhi wajahnya, apa itu?

“Taichi-san kau tidak seimbang.” (Marl)
 “Ahh?”(Taichi)
“Walaupun kau tidak bersikap bersahabat tapi kau khawatir, walaupun kau lebih dewasa tapi sepertinya kau memiliki sisi kekanakan.” (Marl)

Aku tidak tahu dia memuji aku atau tidak.
Tapi Nektar ini sungguh sangat enak.

“Tapi untukku, Taichi-san kau lah yang seharusnya lebih khawatir?” (Marl)
“Bagian yang mana?”(Taichi)
“Bagian itu dimana kau bilang kepadaku untuk lebih berhati – hati, akan tetapi kau tidak.”(Marl)

**Kiii** Pandanganku mulai
kabur.
Aku mencoba untuk mengelengkan kepalaku, tapi tetap kabur.

“Kh…KHAAUUU…..”(Taichi)
“Tolong jangan khawatir, hanya hitunglah noda di atap dan itu akan berakhir! Jangan takut!” (Marl)

Nada bicara Marl yang riang sangatlah memikat.
Nektar ini bukan hanya liquor yang kuat tapi juga memiliki efek seperti ini juga!

“KHAU THELAH MEENCANAKAN IHNI?.... (kau telah merencanakan ini?”(Taichi)

Aku tidak bisa berbicara dengan normal, dan pandanganku berputar.
Marl memanggil Pinea dan memberinya jempol.
Aku tidak dapat mendengar apa yang mereka katakan tapi Pinea tersenyum dengan lebar, dia adalah kaki tangannya Marl!
Petualang di sekitar mulai membuat kagaduhan juga.
Hey, hentikan itu! Pemerkosaan itu tindak kejahatan, kau tahu!

“KHAU JHUGHA HINGATLAHH HINI.”(Taichi)

Tubuhku tidak memiliki tenaga.
Marl yang masih tersenyum sampai ketelinga mengangkat bagian badan atasku. Dan Pinea mengangkat bagian badan bawahku.
Aku di angkat keluar dari ruang makan seperti itu.
Lalu aku melihat si pemilik.

“BHERHENTI… KHAU TIDHAK BHISAA MHEMBUAT INI TERHJADHI.” (Taichi)
“Kami juga memiliki sprei extra.” (Orang tua Penginapan)

Aku tidak menginginkan tambahan ini!
Setidaknya hentikan Marl! Bukankah penginapan ini membatu pemerkosaan!

“Jika kau tidak menginkan ini maka aku tidak akan ikut campur. Tapi setelah mendengarkan kalian berdua, kau hanyalah berpura – pura. Kau tidaklah jujur, Onii-san.”(Pinea)

Pinea yang sedang mengangkat kakiku berbicara.
Itu benar Marl adalah tipeku. Tapi, itu adalah cerita yang berbeda!!
Aku mencoba melawan sekerasnya selagi aku bisa, tapi aku hanya bisa bergerak sedikit.

“Kalau begitu, nikmati waktumu…” (Pinea)

Pinea melambaikan tangannya dan meninggalkan ruangan.
Apa yang tertinggal di dalam kamar adalah Marl yang memegangi botol nektar dengan wajah tersenyum.
Ketika dia menaruh botol itu di mulutku kemudia kesadaranku menghilang.



Aku membuka mataku.
Langit – langit yang tidak aku kenal.
Yeah, ini adalah penginapan.
Berapa lama aku tertidur?

“Unya…..”

Aku mendengar suara di dekatku.
Dan disini terdapat sesuatu yang hangat memeluk lenganku.
Seseorang yang tertidur disampingku adalah gadis bermabut merah bata yang wajahnya penuh dengan kebahagiaan sembari memeluk lenganku.
Suhu tubuh orang lain terasa sangat enak.
Terasa enak?

“!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?”(Taichi)


Aku melonjak di atas kasur hanya dengan bagian atas tubuhku.
Hanya ada selimut tipis yang menutupi tubuh kami.
Dan di bawahnya adalah diriku yang telanjang, dengan seorang wanita telanjang.
Di sprei itu, terdapat bercak merah -- -- -- --

“Ufufufu…….Selamat pagi, Taichi-san” (Marl)
“WAHHHHHHHHHHHHHHHHH” (Taichi)

Tamat sudah diriku.



2 comments: