Beautiful flowers have thorns, and there’s nothing more expensive than what’s free [A Place To Share My Obsession]

Friday, October 12, 2018

29-Years-Old Bachelor Was… Brought to a Different World to Live Freely Chapter 3 : Saat Aku Sedang Berlatih, Seorang Gadis Mengaku Padaku






Saat Aku Sedang Berlatih, Seorang Gadis Mengaku Padaku
-------------------------------------------------------------
-----------------------------
Penerjemah: Setyan
Editor: Void-Sama
-----------------------------




Setelah membeli 1 set leather armor dan quarterstaff. Aku kembali ke kota.

Selanjutnya, penginapan.

Pertama mari lihat map di menu, dan pastikan lokasinya.
Penginapan yang di sarankan kepadaku ngak jauh, jadi aku mulai berjalan di jalanan yang terbuat dari batu.
Disini tidak banyak orang yang memiliki telinga runcing seperti Luise. Dan kucing bisa ditamukan dimana – mana.
Sepertinya beastman disini memiliki telinga dan ekor binatang, tapi jumlahnya ngak terlalu banyak.
Mereka minoritas, huh?

Suasana kota ini mirip sekali dengan Eropa pada abad pertengahan. Maka dari itu bangunan yang terbuat dari batu terlihat lumrah.
Hanya ada beberapa bangunan yang terbuat dari kayu seperti Adventurer Guild.

Bukankah kalau banyak bangunan yang terbuat dari batu, berarti disini jarang sekali terjadi gempa bumi? Karena jika memang ada gempa bumi, maka itu akan menjadi bencana besar.
Berapa luas sih kota ini? Dilihat dari peta, sepertinya cukup luas. Akan memakan waktu beberapa hari hanya untuk menjelajahi kota.



“Wow…” (Taichi)



Aku secara tidak sengaja menaikkan suaraku saat sampai di Central Plaza.

Ada banya orang di sini, rasanya seperti Tokyo, dan disini juga banyak kereta kuda yang hilir – mudik.

Aku lebih banyak mendengar suara hiruk pikuk dari pada orang yang saling berbicara.

Yah, aku tidak bisa menyatu dengan kerumunan orang – orang itu, aku tidak ingin terkena musibah seperti tertabrak kereta kuda.



Jadi aku memutuskan untuk berjalan – jalan di pinggiran plaza.  

Crossroad dibagi menjadi 4 distrik, utara, selatan, timur dan barat. Dengan Central Plaza berada di tengahnya.

Ngomong – ngomong aku datang dari distrik timur.

Distrik timur merupakan pusat bisnis, di dalamnya terdapat Adventurer guild, merchant guild dan berbagai macam toko lainnya.

Distrik Utara adalah kediaman untuk bangsawan atau sudagar kaya

Dan kebalikannya, di selatan merupakan tempat untuk orang biasa yang bisa disebut juga sebagai “distrik orang miskin”.
Di Distrik Barat terdapat gereja, kantor gubernur, dan barak tentara. 


Penginapan yang disarankan kepadaku berada di Distrik Selatan dekat Central Plaza.

Tidak banyak waktu yang dibuthkan menemukannya.
Penginapan itu memiliki sebuah tanda dengan gambar yang merupakan sebuah tempat tidur yang diwarnai merah gelap dan bernama “Kasur Emas yang Terbakar”.
(Note: Psst apa ini 灼熱の金床亭: Shakunetsu no kinshō-tei? singkatnya “Burning Golden Bed.)

Tidak salah lagi. Inilah tempatnya.
Ketika aku masuk, aku bertemu orang tua pendek dengan tubuh berotot di konter penerimaan. Ruangan luas di belakang sepertinya adalah ruang makan untuk para tamu.



Ketika orang tua itu melihatku, dia memberiku senyum bisnis.



 “Selamat datang ke Burning Golden Bed, apa kau disini untuk menginap?” (Orang tua penginapan)
“Ah, orang tua di Adventurer Guild menyarankan tempat ini padaku, berapa biaya untuk menginap selama satu malam disini?”(Taichi)
“Jika kau di rekomendasikan oleh Adventurer Guild, maka harga untuk satu malamnya termasuk sarapan akan menjadi 2 koin perunggu besar dan 5 koin perunggu, jika kau ingin, makan siang dan makan malamnya gartis.” (Orang Tua penginapan)




Aku masih tidak yakin akan nilai mata uang di dunia ini.
Tapi jika aku bandingkan dengan harga senjata dan armor yang baru sajaku beli, kelihatannya tidak terlalu mahal.



                “Untuk sekarang, aku akan tinggal selama 10 malam.” (Taichi)
Maka biayanya 2 koin perak dan 5 koin perunggu besar.” (Orang Tua penginapan)



Aku mulai memahaminya, 10 koin perunggu = 1 koin perunggu besar, 10 koin perunggu besar = 1 koin perak.

Dan dari berbelanja di toko senjata, aku mengerti bahwa 10 koin perak = 1 koin emas.

Lalu disini terdaat koin besar dengan lubang di tengahnya yaitu 1 koin perak besar = 5 koin perak.

Mari kita coba.



“Apa ini cukup?” (Taichi)
“Satu koin perak besar, kan? Maka kembalimu 2 koin perak dan 5 koin perunggu besar. Aku akan mendaftarkanmu, jadi pinjami aku kartu petualang milikmu.” (Orang tua Penginapan)



Dugaanku ternyata tepat.
Seetelah ini, aku hanya harus mengerti berapa nilai 1 koin perunggu. Lalu, aku akan mengerti tentang ekonomi di dunia ini
Dan dompetku hampir kosong. Selanjutnya adalah bagaimana mengumpulkan informasi untuk mengumpulkan uang.


Juga tentang konduktor tadi. Jika aku tidak belajar logika dasar sihir dunia ini, aku mungkin akan mendapatkan masalah nanti.




“Hoiii—Pinea! Kemari dan tunjukkan kamar tamu ini!”(Orang tua penginapan)




Setelah dia selesai menulis informasi dari kartu petualangku, orang tua itu memanggil seseorang dari ruang makan.

Suaranya begitu kencang... jika aku menilai tinggi dan kekuatannya, dia mungkin bukanlah manusia, tetapi seorang Dwarf atau lainnya.



“Ya~!”(Pinea)


Seorang gadis muda dengan celemek imut berlari keluar dari ruang makan, sambil mebalas dengan semangatnya.

Begitu kecil, mungkinkah dia berumur 10 tahunan? Tingginya bahkan tidak mencapai pinggangku. 



“Tuan pengunjung, aku akan menunjukkan ruanganmu. Tolong ikuti aku.” (Pinea) 




Gadis muda itu –Pinea- mamanduku ke lantai dua.
Anak tangganya begitu pendek, mereka pasti membuatnya agar sesuai dengan pemilik penginapan. 

Kamar yang akan kutempati memiliki sebuah jendela yang menghadap jalanan.

Cahaya di kamar sekarang tidaklah terlalu terang, mungkin di sore hari, cahaya matahari akan menyinari kamar ini. Kasurnya juga terlihat bersih, aku dapat beristirahat tanpa masalah/.
Besar ruang ini kira – kira 5   tikar tatami (8,2 meter2)? Tapi karena ruangan ini memiliki sebuah kasur, jadi tidak terlihat terlalu lebar. Walaupun meja di samping jendela yang menhadap ke jalanan terlihat biasa saja, aku tetap mendapatkan satu. Mungkin itu untuk menulis dan kerja lainnya?



“Ini kamar yang bagus, kasurnya juga bersih.”(Taichi)
“Kau juga dapat berharap banyak dengan makanan di sini. Masakan seorang Dwarf cocok untuk para petualang.” (Pinea) 




Pinea terseyum dengan ceria.

Itu adalah senyum yang dapat membuatmu merasa tenang.
Dengan senyuman itu, aku harus memberi balasan yang baik.




“Aku ingin mendapatkan makan siang sekarang, apa boleh?” (Taichi)
“Tentu saja, dan kami akan menambahkan porsi ekstra juga.” (Pinea)



Aku menerima kunci kamar darinya dan menaruhnya ke inventoryku bersama degan quarterstaff, lalu turun ke bawah.
Di dalam ruang makan aku melihat banyak orang yang terlihat seperti petualang, apa mereka juga menginap disini?

Ketika aku melihat perlengkapan mereka, mereka jelas terlihat mirip orang yang sudah berpengalaman. Sedangkan diriku, terlihat seperti pemula yang baru saja menggunakan armor barunya.



“Ini dia makan siang hari ini, hanya 3 koin perunggu.” (Pinea) 



Ketika Pinea meletakan nampan makanan di meja, aku memberinya 3 koin perunggu dan mulai memakan makanan pertamaku di dunia ini.

Di dalamnya terdapat sayuran yang seperti kubis, sejenis daging onseng, sayur sop dan roti hitam.

Daging onseng itu berasa seperti miso, terasa kuat tetapi lezat. 

Sayuran yang seperti kubis itu telah dimasak dengan benar, dan juga tercium aroma bawang putih di dalamnya.

Berbeda dengan yang lainnya, supnya hambar dan rotinya keras, aku harus merendam roti itu ke dalam sop sebelum bisa memakannya. Sepertinya orang – orang juga melakukan ini.

Juga, sepertinya sop itu adalah “tambahannya”



“Baiklah. Selanjutnya Apa yang harus ku lakukan?” (Taichi)


Haruskah aku beristirahat, atau berkeliling kota?

Ketika aku sedang berpikir, aku belum pernah mencoba untuk menekan semua tombol di menu. Ayo kembali ke kamar dan mencobanya.

Dan jika masih ada waktu yang tersisa setelahnya, aku akan berlatih menggunakan quarterstaff di Guild petualang. Berburu beberapa babi hutan juga bukanlah ide yang buruk. 



“Aku sudah kenyang, jadi aku akan kembali ke kamar.” (Taichi)
“Ya~” (Pinea)



Setelah aku memanggil Pinea yang sedang bekerja di dapur, aku kembali ke kamarku.
Ketika aku membuka menu, aku menemukan bahwa aku sudah naik level. Dari tes tadi mungkin?

STR, AGI, VIT naik, apakah ini akibat jurus Physical Enhancemennt? Tapi DEX tidak naik sedikitpun.
Kenaikan POW terlihat biasa, itu sama dengan latihan fisik, HP ku menjadi 69 dan MP menjadi 164.
Kalau di perhatikan, mungkin mereka naik (HP dan MP) mengikuti VIT dan POW. Karena mereka naik sebesar 13 dan 17.
Singkatanya, kenaikkan statusku kali ini tidak memberikan informasi apapun, dan aku juga masih tidak dapat memahami bagaimana cara kerjanya.

Juga, aku mendapatkan 6 Skill Point. Aku ingin menaikkan beberapa skill ku ke Lv.3, tapi untuk sekarang, mari lakukan beberapa hal yang berbeda.

Terlalu berhati – hati? Bukan, lebih baik begitu. Aku tidak ingin mengambil resiko, efisiensi adalah yang jawaban terbaik selagi aku tidak ingin mati.

Aku menaikkan skill Polearm menjadi Lv.2 untuk menangani quarterstaff. Aku membagikan 3 point lainnya ke Magic Power, Magic Recovery dan Non-Elemental Magic Lv.1.

Hanya dengan menaikkan satu level Magic Power menyebabkan MP milikku naik dengan tajam dari 164 ke 246, Mpku naik sebanyak 1,5 kali sama seperti skill Physical Enhancement.

Aku berpikir POW juga akan naik, ternyata hanya MP.

Aku mencoba untuk menghitung jumlah pemulihan MP ku, sebelumnya aku membutuhkan satu hari penuh untuk mengisi MP ku yang hilang.
Itu juga bertambah menjadi 1,5 kali.
Saat ini, bertambah 1 MP setiap 4 menit… Aku tetap tidak bisa menembakkan magic seperti Gattling Gun.
Aku harus berpikir sebuah solusi.

Non-Elemental Magic sudah Lv.1, aku akan mencoba sihir yang namanya “Magic Arrow”. Aku mencoba menembaknya satu kali ke udara.

Sepertinya hanya tembakan Magic Arrow biasa. Tapi karena itu, itu bisa digunakan untuk segala sasaran.

Setelah aku selesai mencari tahu dan menaikkan level skill, aku mencoba menekan sebuah tombol di menu.
Saat aku menekannya, aku mendapatkan sebuah pilihan untuk meninggalkan beberapa widget menyala.

Jadi, aku menyetel HP, MP, Kompas dan minimap menyala.

Mari periksa kembali inventory ku.
Pertama perlengakapan bertualang.

Yaitu tas yang dipenuhu berbagai alat – alat untuk berpetualang, seperti selimut, obor, korek, pisau dan tali sepanjang 10 meter.
Selanjutnya uangku yang tersisa, 1 koin perak besar, 6 koin perak, 18 koin perunggu besar dan 17 koin perunggu.

Dan disini terdapat 1 kulit Boar kecil, 1 daging Boar kecil, 2 mayat Boar kecil dan sebuah mayat Big Hornet.

Dan yang lainnya adalah buah kering, daging kering, 3 kantung roti garing dan sebuah kantung kulit untuk menyimpan air.

Aku tidak tahu seberapa banyak barang yang bisa aku simpan karena disini tidak terlihat batas berat yang tertulis. Kelihatannya itu (Inventory) dapat mengabaikan ukuran dan berat dari benda yang tersimpan.

Juga, jika aku menumpuk barang bersamaan dalam satu paket maka itu akan dihitung sebagai 1 benda, sama seperti perlengkapan bertualang.

Mayat 2 Boar kecil juga ada di dalam 1 slot, sangat memudahkan.
Aku juga mengingat bahwa kereta barang di kota tetap diperlukan untuk menaruh barang yang sama di satu sama lainnya.

Yang berarti kemampuan ini tidaklah biasa.

Tapi aku tetap harus memeriksanya dan memastikan apakah orang – orang bisa menerimanya atau tidak.

Aku akan mencoba untuk mengeluarkan beberapa barang dari inventory-ku di dalam beberapa toko.


---------------------------------



Setelah itu, aku melanjutkan untuk memeriksa beberapa tombol di menu sampai jam 3 sore.

Apa yang kupelajari adalah, jika aku menaruh sebuah barang di dalam slot peralatan, dan hanya berpikir tentang barang itu, maka barang itu tiba – tiba akan tertaruh di tanganku.

Satu – satunya tombol yang belum aku sentuh adalah “God Call” (memanggil dewa).

Untuk saat ini Mari kita abaikan saja dan berbaring di atas kasur, tapi mari memeriksa beberapa Quest pada Guild Petualang, untuk melihat seperti apa mereka.

Mayat, kulit, daging, aku ingin menjual mereka semua jika memungkinkan.

Yah… Apakah aku harus menaburi garam untuk mengeringkan daging?

Ngomong – ngomong, jika aku membiarkannya seperti ini, apakah itu akan membusuk?

Yep, masih banyak yang harus di pelajari.

Dengan suara yang keras aku memberi tahu orang tua di penginapan dan Pinea (yang sedang menyiapkan makan malam), bahwa aku akan pergi ke Guild petualang dan pergi.



Aku memiliki 37 MP yang tersisa. Jumlahnya sama seperti saat aku pertama kali datang ke dalam Guild.



----------------------------------



 “Ohh, kau nampak lebih seperti petualang sekarang.” (Orang tua Guild)

Ketika aku masuk, orang tua yang sama di konter informasi memanggil diriku jadi aku melambai balik ke arahnya untuk sedikit formalitas, dan melihat – lihat Quest yang tertempel di sebuah papan.
Disini juga terdapat Quest yang aman seperti melakukan pekerjaan di dalam kota layaknya ngeronda keliling kota.
Aku baru menyadari... aku dapat membaca tulisan di dunia ini, terserah.
Selanjutnya adalah Quest untuk mengalahkan monster atau binatang yang berbahaya di sekitar sini, kesulitannya pun bervariasi, tapi Quest itu sudah terdapat batasan di dalamnya.

Seperti yang aku pikirkan, quest yang berbahaya adalah hal yang membuatmu pergi ke suatu tempat yang belum berada di peta.

Atau mengalahkan mosnter.
Ketika aku melihat sekitar untuk quest yang telah diselesaikan, aku melihat Quest berburu Boar kecil.

Sepertinya itu akan dijadikan sumber makanan

Itu membutuhkan 1 tubuh utuh.

Aku mengambil kertas Quest itu dari papan dan menunjukkannya ke orang tua di conter informasi.



“Orang tua, tolong Quest yang ini.” (Taichi)
“Aku Ulz, coba aku lihat? Berburu beberapa Boar kecil hah? Jika kau berhati – hati seharusnya itu akan baik – baik saja.” (Ulz)
“Sebenarnya itu, aku sudah menyelesaikannya.”(Taichi)




Lalu aku mengambil mayat Boar kecil dari inventory milikku dan menempatkannya di atas konter. 



“WHOA!! Hey, itu akan mengotori konter! Taruh itu di konter khusus disana!” (Ulz)
“Maaf.”(Taichi)



Aku meminta maaf dan menaruh kembali mayat itu ke inventoryku.
Orang tua itu pergi dari konter dan aku mengikutinya.
Ketika kami sampai ke konter khusus untuk menerima benda – benda dari quest, aku mengambil mayat Boar kecil lagi.
Itu masih hangat karena aku menyimpannya sehabis membunuhnya?
Itu berarti aliran waktu berhenti saat berada di dalam inventory.


“Kau memiliki peti harta juga? Itu benda langka.” (Ulz)
“Peti harta?” (Taichi)



Ketika aku bertanya balik, orang tua Ulz merasa terkejut.



“Jika kau tidak memiliki itu, bagaimana kau mengambil keluar mayat itu? Bukankah itu Treasure Box?” (Ulz)
“Y-yah, ini dikenal sebagai Treasure Box hah? Aku belajar sihir dari kakekku di kampung halaman, dan dia memanggil ini inventory.” (Taichi)
“Hoh… baiklah, aku tidak tahu banyak tentang magic lagipula.” (Ulz) 



Orang tua Ulz tidak berpikir terlalu banyak tentang itu dan hanya melanjutkan memeriksa mayat Boar itu.
Ketika dia selesai memeriksa itu, dia memanggil pekerja guild lain untuk mengambil mayat Boar kecil terbut.



“Un, tidak masalah, quest telah diselesaikan.” (Ulz)



Orang tua Ulz mengecap stampel di atas kertas Quesst dan memberiku hadiah, 5 koin perunggu besar.
Ho, harganya terbilang bagus.



“Aku masih memiliki 1 mayat Boar kecil dengan 1 kulit binatang, juga 1 mayat Giant Hornet. Apakah kau akan membelinya juga?” (Taichi)
“Ah, biarkan ku periksa dulu. Jika dalam kondisi bagus, aku juga akan membelinya dengan 5 koin perunggu besar.” (Ulz)
“Aku akan menyerahkannya padamu.” (Taichi)



Aku berpikir bagaimana cara untuk menjual itu semua, dan sekarang aku mendapatkan 5 koin perunggu besar hanya dengan mengirimkannya, hari ini aku mendapatkan uang dengan total 1 koin perak.

Itu membuatku berpikir, menjadi seorang petualang tidaklah terlalu buruk dalam mencari uang.


“Hanya untuk hari pertamamu, kau sudah melakukan banyak hal. Aku punya harapan besar untukmu.” (Ulz)



Orang tua Ulz itu membuat senyum lebar dan memukul bahuku dan akhirnya kembali ke konter infomasi.

Wajah tersenyumnya membuatku merasa tidak enak…
Dia akan melakukan hal yang tidak jelas dan menyusahkan pastinya.
Mari buang hal yang menyusahkan kesamping dan pergi berlatih.



+++++++++




Menusuk, mencongkel, memukul kebawah, menyapu sembari melakukan tendangan berputar kebelakang, meloncat dan menyambungkan, mengisi jarak dengan sihir… Hmm, itu lebih mudah digunakan berbeda dengan yang aku pikirkan.
Skill Polearm bisa juga digunakan dengan tombak dan senjata panjang, bukankah ini lebih baik dari pada skill berpedang?
Masalahnya adalah, itu susah digunakan di tempat yang sempit.



“Fuu” (Taichi)


Ketika aku sudah memastikan semua gerakanku, aku duduk di kursi di pojokan tempat latihan.

Aku seharusnya membawa handuk.
Benar juga, setelah aku ingat – ingat, aku juga belum memiliki baju ganti.

Mari beli beberapa.


“Umm… Apakah aku bisa meminta waktumu sebentar?”


Ketika aku sedang berpikir tentang apa yang kurang dengan kantung air di tangan, seseorang memanggil diriku.
Ketika aku melihatnya dia adalah seorang gadis yang mengenakan leather armor.

Rambut merah kecoklatan yang dikuncir ekor kuda, sepasang mata besar yang memancarkan rasa keingintahuan, dengan bentuk wajah yang bagus, dia adalah seorang gadis yang sangat cantik.


Karena dia memiliki wajah seperti orang Eropa aku tidak bisa menebak berapa umurnya. Mungkin dia tidaklah lebih tua dari 20 tahunan.



“Jadi, apa itu?”(Taichi)



Aku taruh kembali kantung air ke Inventory ku dan melihat ke sekitar.
Disana ada dua orang yang melhat kesini dengan tatapan aneh. 



“Umm….Aku……” (Gadis)



Dia menunduk dan gemetar.
Awalnya, aku kira dia adalah seorang penipu, tapi sepertinya bukan.



“Ah... Lanjutkan.” (Taichi)



Ketika aku berkata begitu, dia mendengakkan kepalanya.



“TOLONG BERKENCANLAH DENGANKU!” (Gadis)


Tempat latihan seketika menjadi tenang.
Dan banyak tatapan menusuk dari sana dan sini.
Bagaimana bisa menjadi seperti ini.




Populasi di Crossroad berjumlah sekitar 10.000 orang.
Disini terdapat 500-an petualang, dan sebagian dari mereka adalah petualang Rank E.



8 comments: